Restorative Justice, Pencuri HP di Pekanbaru Dibebaskan

Tersangka pencuri HP sujud syukur setelah dibebaskan Kejari Pekanbaru melalui restorative justice

KBRN, Pekanbaru: Kejaksaan Negeri Pekanbaru menghentikan perkara pencurian terhadap tersangka Hendra Gusti (35) melalui restorative justice dalam kasus pencurian handphone.

Penyelesaian kasus pidana pencurian melalui restorative justice ini dilakukan setelah korban yang dicuri HP nya memberi maaf kepada tersangka dan sepakat untuk berdamai.

“Tentunya persyaratannya Hendra ini baru pertama kali melakukan tindak pidana. Perbuatan pidananya ini ancaman hukuman tidak lebih 5 tahun dan kerugian korban Rp2.500.000 serta kata maaf dari korban,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Teguh Wibowo, Kamis (23/6/2022).

Teguh menjelaskan penghentian penuntutan kasus pidana pencurian tersebut didasarkan pada peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

“Alhamdulillah hari ini terhadap tersangka Hendra telah lepas dari tuntutan pidana,” jelasnya.

Sementara usai dinyatakan bebas Hendra mengaku menyesali perbuatannya. Dia juga sujud syukur dan menangis sambil memeluk anak dan mantan isrtinya yang menjadi korban.

Hendra mengaku gelap mata hingga akhirnya nekat mencuri ponsel milik anaknya lantaran terdesak hutang. Hendra yang sudah bercerai dari istrinya tiba-tiba datang ke rumah sang mantan istri dan merampas ponsel yang sedang di tangan anaknya.

“Saat itu kepepet bayar utang dan mengambil hp lalu saya jual dan uangnya dibayarkan ke pegadaian untuk mengambil sepeda motor,” pungkasnya.

Hendra sempat menjalani masa hukuman di penjara selama dua bulan lebih.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar