Kejaksaan Tetapkan Mantan Bupati Indragiri Hilir Tersangka

Mantan Bupati Indragiri Hilir Indra Muchlis

KBRN, Pekanbaru : Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir menetapkan mantan Bupati Indragiri Hilir Indra Muchlis Adnan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dalam penyertaan modal Pemerintah Kabupaten setempat kepada PT Gilang Citra Mandiri tahun 2004-2006 senilai Rp4,2 miliar.

Dirinya ditetapkan tersangka bersama Zainul Ikhwan selaku Direktur Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Inhil.

"Pada hari ini, Tim Penyidik baru saja selesai melakukan ekspos dugaan tindak pidana korupsi dalam penyertaan modal pada BUMD Kabupaten Indragiri Hilir PT GCM tahun 2004-2006," ujar Kepala Kejari Inhil Rini Triningsih melalui Kepala Seksi Intelijen Haza Putra, Kamis (16/6/2022).

Saat penyidikan umum tersebut, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi, dan 2 orang ahli. Selain itu, penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap beberapa dokumen terkait dengan dugaan rasuah tersebut.

Dari dua tersangka itu, Zainul Ikhwan langsung dilakukan penahanan dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Tembilahan untuk 20 hari ke depan. Sebelum ditahan, dia dipanggil untuk diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka.

"Sedangkan terhadap tersangka IM, telah kami panggil namun yang bersangkutan tidak hadir. Tentunya akan kami tindak lanjuti dengan melakukan langkah-langkah hukum sesuai ketentuan perundang-undangan," lanjutnya.

Dalam penanganan perkara ini, penyidik telah menyita aset berupa tanah milik PT GCM yang berada di Air Hitam Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka seluas 30 meter x 40 meter.

Kemudian aset tanah lainnya di Kempas, Kecamatan Kempas seluar 50x100 meter. Penyitaan aset milik PT GCM tersebut sesuai surat penetapan Pengadilan Negeri Tembilahan Nomor 63/pen.pid/2022/PN.Tbh tertanggal 21 Februari 2022 dan nomor 52/pen.pid/2022/PN.Tbh tertanggal 11 Februari 2022.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar