Agendakan Musprov, POBSI Riau Cari Sosok Ketua Yang Mampu Sediakan Tempat Latihan

KBRN, Pekanbaru: Setelah sempat gagal dilaksanakan, akhirnya Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Provinsi Riau kembali mengagendakan Musyawarah Provinsi (Musprov) POBSI Riau yang akan digelar 24 Juni 2022.

Menjelang pelaksanaan, caretaker POBSI Riau pun terlebih dahulu akan melakukan penjaringan dan penyaringan calon ketua, yang nantinya akan menahkodai kepengurusan POBSI Riau periode empat tahun kedepan.

Ketua Caretaker POBSI Riau Zulkarnaen Lubis yang didampingi 4 Pengurus Kabupaten (Pengkab) yakni dari Inhil, Rokan Hulu, Bengkalis dan juga Rokan Hilir, menggatakan, menjelang Musprov pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh pengurus kabupaten/kota (pengkab). Pihaknya telah melakukan koordinasi bersama sejak 14 Juni lalu.

"Tanggal 18 Juni kemarin kami sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan Pengurus POBSI yang ada di Kabupaten/Kota dan sudah menghasilkan beberapa keputusan untuk pelaksanaan Musyawarah Provinsi POBSI Riau yang kami rencanakan tanggal 24 Juni 2022," ujar Ketua Karateker POBSI Riau Zulkarnaen Lubis, Minggu (19/6/2022).

Dikatakannya, ada 4 dari 11 pengkab POBSI di Riau yang masih aktif hingga kini. Empat pengkab itu yakni, Pengkab Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, dan Rokan Hilir. Sementara 7 pengkab lainnya masa kepengurusannya sudah habis dan tidak memiliki hak suara untuk memilih.

"Untuk tahapan Musprov ini, kami juga telah membentuk Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Calon Ketua POBSI Riau," tegasnya.

Zulkarnain Lubis menjelaskan, dari rapat koordinasi yang dilakukan ada beberapa keputusan yang disepakati. Diantaranya pendafataran bakal calon ketua POBSI Riau akan dibuka pada tanggal 22 Juni dan 23 Juni hingga pukul 10.00 Wib.

"Setelah itu, pada tanggal 23 Juni itu juga pukul 14.00 Wib akan diumumkan hasil verifikasi oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan Ketua POBSI Riau. Kemudian pada besoknya pada 24 Juni baru kita laksanakan Musprov POBSI Riau," ungkapnya.

Terkait persyaratan calon ketua POBSI, Zulkarnaen memaparkan bahwasanya masing-masing calon minimal harus didukung dua pengkab. Selain itu, calon juga mampu menyediakan tempat latihan bagi atlet-atlet biliar di Riau.

"Dari rapat bersama kemarin kami sepakat, bagi calon yang bersedia untuk menjadi Ketua Pengprov POBSI Riau harus mampu menyediakan tempat latihan. Kalau sekretariat itu sudah pasti ada, tapi kita harapkan ada juga tempat atlet untuk berlatih. Atlet kita ini kasihan kalau tidak ada tempat untuk latihan.  Kemudian syarat lain yakni didukung oleh minimal dua pengkab POBSI," tukasnya.

Ia menilai, dengan syarat tersebut, ada kemungkinan dua calon yang bisa mendaftarkan diri.

"Kalau soal kandidat memang sudah ada, tapi bagaimana pastinya nanti saat pendaftaran kita akan sama-sama melihat dan hasilnya akan diumumkan pada tanggal 23 Juni 2022," sebutnya.

Disisi lain, Ia mengaku ada desakan dari masing-masing pengkab agar segera dibentuknya kepengurusan POBSI Riau. Pasalnya, tidak lama lagi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau akan digelar.

"Kita segerakan kepengurusan POBSI Riau dapat terbentuk. Karena Porprov juga semakin dekat. Jadi Pengurus baru nanti bisa cepat bekerja menghidupkan kembali pengurus POBSI di daerah," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar