Gelar Grand Prix Sepatu Roda, Perserosi Pekanbaru Ingin Cetak Atlet Persiapan Pra PON

KBRN, Pekanbaru : Pengkot Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Pekanbaru, kembali menggelar event bergengsi di tahun ini yang bertajuk Grand Prix Sepatu Roda 2022. Pihak panitia pelaksana akan melangsungkan kejuaraan tersebut di Bundaran Perkantoran Tenayan Raya, Pekanbaru, pada 28-29 Mei 2022

Ketua Panpel Grand Prix Sepatu Roda 2022 Zulfikri SH menjelaskan, ivent ini akan diikuti oleh 157 atlet sepatu roda, dari berbagai klub yang ada di Kota Pekanbaru. Diantaranya atlet dari klub Riau Roller Skate (RRS), Bina Muda (BM) Travezius, Zulmi Inline Skate, Riau Inline Skate (RIS), Innsep dan Sepatu Roda Pekanbaru (SRP).

"Pesertanya nanti, mulai umur 3 tahun sampai umur 16 tahun. Nantinya akan dibagi sesuai dengan kelasnya masing-masing. Kejuraan ini kita gelar untuk meningkatkan motivasi anak-anak dalam bertanding. Karena atlet ini kalau hanya latihan terus tanpa adanya kompetisi mereka akan jenuh. Makanya kita dari Perserosi harus memiliki terobosan-terobosan bagaimana mereka semakin gigih latihannya dengan memperbanyak kejuraan yang di gelar," kata Zulfikri, yang juga Ketua Porserosi Pekanbaru, Selasa (24/5/2022).

Zulfikri menjelaskan, ajang ini juga menjadi wadah kompetisi bagi atlet-atlet pekanbaru dalam menjaring atlet berpotensi yang akan dipersiapkan menghadapi Pra PON tahun depan.

“Ajang ini juga sebagai persiapan menghadapi pra PON tahun depan, dimana target kita dari Perserosi Pekanbaru akan mempersiapkan sekitar sepuluh atlet terbaik untuk mengikuti seleksi yang akan di gelar oleh Perserosi Riau. Dengan harapan bisa lolos semuanya untuk ikut memperkuat Riau di Pra PON nanti,” jelasnya.

Zulfikri menambahkan, untuk nomor yang dipertandingkan dapat diikuti para atlet mulai dari umur 3 tahun sampai umur 16 tahun yang dibagi sesuai dengan kelasnya masing-masing. Kategori yang dipertandingkan, mulai kelas pemula, standar dan kelas speed. Namun, Panpel juga akan mempertandingkan satu kelas yang dinilai paling bergengsi, yakni kelas Gp Sepatu Roda.

“ Kelas ini dipastikan mendapat sambutan luar biasa, karena melihat kepiawaian atlet, dalam mengendalikan sepatu roda mereka dengan kecepatan tinggi. Aturan yang digunakan dalam Gp Sepatu Roda tersebut, hampir menyamai balapan motor GP. Namun bedanya, jika Moto Gp menggunakan mesin, sedangkan Gp Sepatu Roda menggunakan tenaga manusia. Total ada sekitar 62 nomor yang akan di perlombakan baik putra maupun putri,” tutupnya

   

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar