Simbiosis Mutualisme Program Banggakencana Dengan IPKB

IPKB.jpg
KegiatanBKKBN.jpg
IPKBWawancaraiWakilWalikotaPekanbaru.jpg
RakordaBanggakencana.jpg

Simbiosis Mutualisme Program BanggaKecana Dengan IPKB

(Oleh Tongkulem Siregar, anggota IPKB Provinsi Riau).

KBRN, Pekanbaru : Tahun lalu merupakan tahun terakhir pelaksanaan Renstra (Rencana Strategis) tahun 2015 – 2019. Pada tahun 2019 pula momentum untuk dapat memotret keberhasilan maupun kegagalan pencapaian program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang saat ini telah bertransformasi menjadi program Banggakencana.

Selama kurun waktu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) III periode 2015 – 2019, Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (SKAP) 2019 menjadi penting untuk dilaksanakan karena sebagai salah satu rujukan perumusan kebijakan, strategi, indikator program jangka menengah nasional dan rencana strategis BKKBN 2020-2024.

Merujuk pada RPJMN tahun 2020-2024, BKKBN diberi mandat untuk berkontribusi secara langsung terhadap dua dari tujuh agenda pembangunan atau Prioritas Nasional (PN) pada RPJMN IV 2020-2024, yaitu untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan berdaya saing serta mendukung revolusi mental dan pembangunan kebudayaan.

Dalam prioritas nasional meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing, BKKBN memiliki peran yaitu pertama adalah pengendalian penduduk dan penguatan tata kelola kependudukan, dengan kegiatan prioritas pemaduan dan sinkronisasi kebijakan pengendalian penduduk dan kedua peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, dengan kegiatan prioritas peningkatan kesehatan ibu anak, KB dan kesehatan reproduksi.

Sedangkan pada prioritas nasional revolusi mental dan pembangunan kebudayaan, bkkbn memiliki peran pada program prioritas revolusi mental dan pembinaan ideologi pancasila, dengan kegiatan prioritas revolusi mental dalam sistem sosial.

Secara eksplisit tidak disebutkan peran dan tugas Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB). Sebab sebagai lembaga non formal, IPKB tidak diberikan kewenangan untuk turut menyukseskan program Banggakencana. Namun peran IPKBsangat mutlak diperlukan dalam menyukseskan program tersebut.

Dari awal, peran media massa cukup strategis membangkitkan motivasi masyarakat dalam menyukseskan program banggakencana. Media massa diharapkan dapat membantu menyukseskan kebijakan dan strategi program tersebut. Apalagi BKKBN baru telah dimulai dengan rebranding logo, tagline, jingle dan mars KB, agar semangat baru hadir dalam setiap keluarga Indonesia.

Media massa khususnya jurnalis yang tergabung dalam IPKB belum memberikan kontribusi positif dalam peningkatkan penyebarluasan informasi mengenai tujuan utama program banggakecana. Sehingga diperlukan inovasi dan kreativitas cara menulis yang baru pula sehingga program banggakencana menjadi gaya hidup atau pola hidup masyarakat dalam menekan angka kelahiran yang pada akhirnya dapat mengendalikan penduduk.

Khusus di Provinsi Riau, Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Riau memberikan ruang dan waktu yang seluas-luasnya kepada media massa terutama yang tergabung dalam ipkb untuk menyosialisasikan dan menginformasikan program Banggakencana. Namun keberhasilan publikasi tersebut tidak lepas dari kelemahan dan keterbatasan yang dimiliki IPKB.

Efektivitas pemberitaan tentang banggakencana bernilai baik jika mampu memberikan kesadaran pentingnya program Banggakencana yang pada akhirnya mampu menurunkan angka kelahiran sesuai dengan keberhasilan program Banggakencana yang dapat dilihat dari aspek pengendalian kuantitas penduduk dan aspek peningkatan kualitas penduduk yang dalam hal ini diukur dengan peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarganya. Peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dapat ditelusur melalui berbagi indikator yang merupakan pencerminan dari pelaksanaan 8 fungsi keluarga sebagaimana tercantum dalam peraturan pemerintah nomor 87 tahun 2014 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, keluarga berencana dan sistem informasi keluarga.

IPKB Provinsi Riau akan terus merajut dan memperkuat kolaborasi dengan BKKBN untuk menggaungkan program Banggakencana sebagai upaya pengendalian penduduk sekaligus meningkatkan SDM di Indonesia, untuk mewujudkannya dibutuhkan simbiosis mutualisme karena kerugian bagi keduanya (antara program Banggakecana dan IPKB) ketika tidak dilakukan dengan cara yang tidak lama atau cara dan konsep serta penyajian yang baru sehingga program Banggakencana menjadi acuan dalam pengendalian penduduk di Indonesia. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00