DJP Riau Sita Tagih Sejumlah Barang Secara Serentak

KBRN, Pekanbaru : Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah Riau melalui empat Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) di lingkungan Kanwil DJP Riau melaksanakan tindakan penagihan sita secara serentakpada tanggal 25-26 November 2020 terhadap aset Wajib Pajak/Penanggung Pajak yang memiliki hutang pajak.

Hal itu dikatakan oleh Farid Bachtiar selaku Kepala Kantor Wilayah DJP Riau, dalam siaran pers yang diterima, Jumat (4/12/2020).

Dikatakan, aset yang disita berasal dari delapan Wajib Pajak yang memiliki hutang pajak dengan total Rp 5.37 miliar rupiah.

"Aset yang berhasil disita dari kegiatan tersebut melalui KPP Pratama Dumai sebanyak satu unit Truck    di Bagan Batu dan satu bidang tanah dan bangunan (Rumah) di Rokan Hilir. Lalu KPP Pratama Rengat    sebanyak 3 unit traktor    di Kabupaten Indragiri Hulu, KPP Pratama Pekanbaru Tampan sebanyak satu unit VibroDynapac, satu unit AsphaltFinisher, satu unit Truck Tangki Mitsubishi Colt Diesel dan satu unit Truck Crane semuanya di Pekanbaru. Selain itu, KPP Pratama Bengkalis menyita dua unit Truck di Pulau Bengkalis," rincinya.

Dikatakan, tindakan penyitaan dilaksanakan dengan mengacu pada Pasal 12 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000.

"Tujuan dari dilaksanakannya penyitaan tersebut adalah untuk melaksanakan amanah undang-undang dan juga untuk mendorong kesadaran dan kepatuhan Wajib Pajak/Penanggung dalam memenuhi kewajibannya sebagai warga negara Indonesia," jelasnya.

Menurutnya, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai penghimpun penerimaan negara, DJP tetap mengedepankan tindakan persuasif agar Wajib Pajak melunasi hutang pajaknya dan tidak perlu mendapatkan tindakan penagihan aktif dari KPP.

"Kegiatan sita serentak telah dilaksanakan oleh seluruh pegawai yang turun ke lapangan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai ketentuan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19," urainya. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00