Infrastruktur Platform Digital Harus Terus Dibenahi

KBRN, Pekanbaru : Infrastruktur dari sejumlah platform digital di era digitalisasi saat ini harus terus menerus dibenahi. Sehingga tetap menjadi andalan masyarakat di tengah merebaknya pandemi Covid 19, dengan mengedepankan aspek kesehatan, kebersihan dan keamanan.

Hal itu disampaikan, Slamet, warga Kota Pekanbaru kepada RRI, Senin (26/10/2020) usai memanfaatkan layanan platform digital yaitu layanan transportasi online.

"Platform digital itu harus meniru konsep perbankan yang mana nasabah atau pelanggan tidak lagi melalui kantor fisik karena biayanya sangat mahal, sebab melalui digitalisasi menjadi lebih murah, begitu pegang handphone sudah bisa melakukan apa saja," katanya.

Dikatakan, perkembangan teknologi telah memungkinkan untuk mengembangkan potensi ekonomi digital secara masif. Termasuk layanan kebutuhan yang diperlukan masyarakat.

"Hendaknya melalui platform digital maka akselerasi jauh lebih besar, dengan smartphone bisa melakukan apa saja, jadi infrastrukturnya harus dibangun sedemikian rupa dan detail agar masyarakat terlayani dengan satu sentuhan saja," tambahnya.

Yono, seorang mitra Gojek mengakui bahwa saat ini infrastruktur tetap dibenahi dalam rangka memberikan layanan terbaik bagi pelanggan..

"Saya kira, sejauh ini sudah banyak layanan yang diberikan, jadi memang itu salah satu infrastuktur yang dibangun," katanya.

Disisi lain, Arjun, salah seorang pengumudi ojek online lainnya juga mengakui bahwa infrastruktur yang dimiliki platfrom digital saat ini sudah mumpuni untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di era pandemi Covid 19.

"Masyarakat tetap bisa mengandalkan layanan yang ada di akun yang ada, saya rasa begitu juga di aplikasi platform digital lainnya," ungkapnya.

Disisi lain, Gilang Ibu Afiff selaku Operation Supervisor Gojek Pekanbaru yang dikonfirmasi mengatakan di masa pandemi semua dituntut lebih kreatif. 

"Di tengah pandemi, kami terus beradaptasi. Kami berprinsip menjalankan pedoman cara hidup baru yang kami buat untuk berkegiatan sehari-hari selama pandemi. J3K, Jaga Kesehatan, Jaga Kebersihan dan Jaga Keamanan. Juga dengan adanya sekat pelindung bahkan posko aman," jelasnya. 

Dikatakan, Gojek sudah meluncurkan inisiatif J3K (Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan) untuk mendukung produktivitas seluruh pengguna ekosistemnya mulai dari pelanggan hingga mitra menjalani kesehariannya dengan lebih aman, nyaman, dan terjaga kesehatannya.

"Inisiatif ini kami hadirkan tanpa ada pembebanan biaya tambahan karena kami percaya bahwa rasa aman dan nyaman harus diberikan kepada setiap mitra, pelanggan, dan masyarakat luas," ungkapnya.

Seluruh Inisiatif J3K Gojek untuk mendorong produktivitas di cara hidup baru bahkan telah mendapatkan tanggapan positif dari Ari Juliano Gema, Juru Bicara Satgas Penanganan Dampak COVID-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dia mengatakan bahwa langkah Gojek sebagai pemain di industri yang tanggap akan situasi pandemi membuktikan secara nyata bagaimana perusahaan mengedepankan aspek kesehatan, kebersihan, dan keamanan dalam pelayanannya bagi masyarakat luas.

"Hal ini sejalan dengan upaya kami untuk membangkitkan perekonomian nasional, termasuk di dalamnya industri pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan tetap memprioritaskan kesehatan publik," ujarnya. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00