Separator, Dari Jarak 0 Meter Sampai Tak Terhingg Kilometer 

KBRN, Pekanbaru : Bak kata pepatah bahwa mencegah lebih baik dibandingkan dengan mengobati. Hal itulah yang saat ini berlaku untuk semua orang agar menghindari paparan Virus Corona atau Covid-19. Disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan semboyan 3M : Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan. Bahkan dikampanyekan menjadi pilihan paling mujarab untuk mencegah penyebaran virus Covid 19.

Dari 3M sebagai kunci utama untuk bisa memutus rantai penularan Covid-19. Paling sulit "dihindari" adalah menjaga jarak. Sebab, memakai masker, pada umumnya warga sudah memakai makser dan mencuci tangan, sudah menjadi kebiasaan dalam menjaga kebersihan.

Slogan Gojek, Selalu Ada Jalan, sangat pas untuk mencari cara dalam melaksanakan menjaga jarak, terutama dalam layanan Gojek. Hampir dipastikan dua orang yang sedang berada diatas sepepda motor yang sedang berboncdengan tidak mungkin berjauhan, walaupun disengaja berjauhan, paling jauh masih sangat mungkin terjadinya penularan Covid 19, karena panjang tempat duduk sepeda motor yang sangat pendek.

"Sejak penerapan jaga jarak, sudah ada alatnya yaitu separator yang merupakan pembatas antara penumpang dengan mitra Gojek yang menggunakan sepeda motor," kata Budiyono, salah seorang mitra Gojek di Pekanbaru.

Menurutnya, melalui alat itu, maka tercipta jarak antara yang mengemudikan sepeda motor dengan penumpang. Bahkan jaraknya bisa asumsikan sesuau dengan persepsi masing-masing. Bisa kurang dari satu meter atau sebaliknya lebih dari satu meter.

"Karena memang sudah ada pembatasnya, kalaupun ada droplet yang muncrat dari salah satu dari kedua orang yang ada dalam sepeda motor saat berboncengan, sudah ada penghalangnya. Jadi menghindari percikan droplet, secara otomatis, bisa mencegah penularan Covid 19," ungka Budi yang merupakan pemuda asal Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Hal itu terbukti sangat ampuh dalam menjalankan roda perekonomian di tengah pandemi Covid 19, bagi para pengemudi sepeda motor. Menjadi tidak khawatir lagi akan tertular Covid 19 dari penumpang, saat mengantar penumpang yang menggunakan GoRide.

"Saya tidak lagi khawatir tertular, karena sudah dibatasi Separator. Namanya pembatas kan bisa diartikan seperti berbatasan dinding atau memiliki jarak yang jaraknya sampai tak terhingga meter," lanjut Budi yang lahir tahun 1997 ini.

Cara kerja dari penggunaan Separator juga sangat mudah. Saat pesanan diterima, maka dari kantor Gojek akan muncul perintah untuk memakai Separator. Setelah Separator dikenakan baru penumpang diizinkan untuk menaiki kenderaan.

Disampaikan, dalam era tatanan kehidupan baru, yaitu masyarakat tetap bisa mencai kehidupan tetapi terhindari dari Covid 19, maka aspek Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan menjadi kewajian yang "wajib" dipatuhi semuanya.

Penerapan Separator juga tidak hanya diaplikasikan dalam GoRide, tetapi juga dalam layanan GoFood. Banyak kejadian dan kisah lucu yang muncul karena akibat kekhawatiran tertular Covid 19.

Hanif, pengemudi Gojek yang sejak tahun 2018 sudah bekerja sebagi mitra mengaku, tidak jarang sikap dari customer yang memesan layanan GoFood sepertinya "merendahkan" tetapi hal itu sangat dimaklumi, karena tujuan dari prilaku itu karena khawatir tertular Covid 19.

"Kadang, kalau sudah sampai di rumah customer, dia pesankan agar pesannya diletakkan saja dipagar rumahnya, jadi kita kadang mengintip dari jauh untuk melihat apakah pesanan itu dijemput atau diambil orang yang memesan," katanya sambil tertawa.

"Kemudian, tidak jarang pula customer terlebih dahulu menyemprotkan disinfektan setelah barang pesannya kita antar. Kan aneh saja dan lucu juga, terkadang yang diantar itu adalah makanan, tetapi tetap disemprot juga, apa ngak khawatir itu, menghindari Covid malah bisa keracunan," lanjut Hanif yang tinggal di Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.

Separator yang dikembangkan tidak saja pada transportasi roda dua, tetapi juga pada pesanan antar, karena jarak antar pengemudi (mitra) dengan costumer (pelanggan) sangat berjauhan, yang jaraknya bisa hingga tak terhingga kilo meter.

"Pesanan kita antar, lalu kita tidak jumpa dengan orang yang menerima pesanan, itu kan namanya berjarak yang cukup jauh, tetapi memang kita paham itulah cara untuk menghindari kontak fisik. Walaupun kita selaku mitra sudah menerapkan protokol kesehatan, tetapi kadang tersinggung dengan prilaku konsumen, karena mereka beranggapan akan menyebarkan virus, tetapi demi kebaikan tak apalah," tambahnya.

Gilang Ibu Afiff selaku Operation Supervisor Gojek Pekanbaru mengakui bahwa aplikasi Gojek yang bergerak di bidang transportasi online berhasil menjauhkan jarak antara penumpang atau customer dengan supir atau dengan pengemudi sepeda motor (mitra).

"Protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah adalah 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Jadi upaya itu bukan sekadar slogan untuk diucapkan melainkan harus dilaksanakan dengan disiplin ketat. Kami berhasil mengembangkan Separator yaitu berupa mika bening yang menjaga jarak antara driver ojol dengan penumpangnya," jawabnya.

Bagi warga yang sering bepergian menggunakan layanan ojek online, sekarang sudah lumrah dan dapat memilih layanan demi membatasi interaksi atau kontak antara pengemudi dan penumpang di masa Pandemi Covid-19.

"Tujuannya untuk meningkatkan keamanan dan kebersihan, dimana layanan baru ini bisa dinikmati masyarakat. Kita lengkapi dengan separator untuk di mobil dan motor. Kita juga melakukan pelatihan bagi driver dan pengecekan suhu tubuh," ucapnya.

Penerapan Separator di transportasi online sangat didukung pemerintah. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir menyebut, penggunaan separator pada kendaraan online tersebut dirasa efektif untuk membatasi kontak antara pengemudi dan penumpang.

"Kita sangat menyambut baik inovasi seperti ini. Karena memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sangat penting. Makanya protokol kesehatan seperti physical distancing dan social distancing sangat diperlukan. Separator itu fungsinya untuk membatasi, jadi saya kira itu bisa efektif untuk menjaga jarak dengan metode yang tepat. Separator itu sebagai alat bantu untuk membatasi kontak antara pengemudi dan penumpang," tukasnya.

Tidak ada yang patut disalahkan dalam hal mewabanya Virus Covid 19. Ini semua bukanlah keinginan kita semua. Kita semua menginginkan bencana ini segera berakhir agar kita dapat beraktivitas seperti biasa. Semenjak pemerintah memberlakukan lockdown atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mau tak mau kita harus tetap bekerja untuk mencai nafkah untuk keluarga.

Mencegah penularan Covid 19, tidak menjadi tugas dan tanggung jawab sekelompok atau sebahagian besar orang, tetapi tentang semua. Stop penyebaran corona mulai dari diri, dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun sekitar 20 detik, memakai masker, jaga kesehatan, dan kegiatan lainnya yang dapat meningkatkan imun tubuh. Sehingga hidup dan kehidupan tetap berjalan, dengan "kehadiran" Covid 19 atau tidak. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00