Jaring Puluhan Ribu Pengunjung, CMSE 2020 Ditutup 

KBRN, Pekanbaru : Capital Market Summit and Expo (CMSE) 2020 yang diadakan secara virtual untuk pertama kalinya, Sabtu (24/10/2020) ditutup secara resmi oleh Luthfy Zain Fuadi selaku Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal OJK. Pelaksanaan CMSE disambut positif publik dan pelaku pasar modal Indonesia.

Selama sepekan, even yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) itu, menjaring puluhan ribu pengunjung.

Manajemen BEI menyatakan antusiasme peserta terhadap acara terlihat dari total pendaftar yang tercatat sebanyak 11.818 peserta pada platform website cmse.id. Total kunjungan ke virtual booth sudah mencapai 83.201 klik, dengan rata-rata kunjungan ke booth selama 5 hari pelaksanaan CMSE 2020 mencapai 173 kunjungan per booth per hari.

Tidak hanya itu, agenda Summit pun dibanjiri oleh penonton, dengan tidak satu pun sesi dengan jumlah viewer kurang dari 1000. "Rekor tercatat pada Opening Ceremony CMSE 2020 yang dihadiri oleh total 6,686 viewer," bunyi pernyataan BEI.

Total viewer dari 15 event summit yang sudah berlangsung adalah 42.249 viewer, dengan rincian 29.548 viewer dari website cmse.id dan 12.701 viewer dari IDX Channel.

Luthfy Zain Fuadi menyampaikan apresiasi selama pelaksanaan CMSE karena mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat.

"Capaian ini patut diapresiasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional," ungkapnya.

Sebelum ditutup CMSE menghadirkan agenda Seminar Parentalk : Career, Marriage, and Finance oleh Nucha Bachri bersama Ario Pratomo, serta Investor Success Story oleh Lo Kheng Hong, dan Pengumuman Pemenang Grand Prize.

Lo Kheng Hong tidak asing bagi pelaku pasar modal. Pria berumur 61 tahun tersebut adalah investor individu yang sudah lama berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Lo Kheng Hong dikenal sebagai investor value (berbasis nilai) saham dan disebut-sebut sebagai Warren Buffett-nya Indonesia. Meskipun pasar saham memiliki risiko yang tinggi, Lo Kheng Hong justru berpendapat bahwa menjadi investor saham bisa membuat kaya, meskipun dia hanya tidur.

Pasalnya, dengan memiliki saham, Lo Kheng Hong ikut memiliki perusahaan publik yang harga sahamnya selalu meningkat dan menghasilkan laba besar. Pada tahun 2012 ia memiliki aset berupa saham bernilai Rp 2,5 triliun. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00