Fokus Utama OJK Meningkatkan Literasi

KBRN, Pekanbaru : Peningkatan tingkat inklusi keuangan di Indonesia menjadi salah satu fokus utama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Industri Jasa Keuangan dengan target mencapai 90 persen pada tahun 2024. Dalam rangka percepatan peningkatan inklusi keuangan di Indonesia, OJK menyelenggarakan Bulan Inklusi Keuangan yang jatuh setiap bulan Oktober pada tiap tahunnya sejak tahun 2016. 

"Pada tahun 2020, Bulan Inklusi Keuangan mengusung tema “Satukan Aksi Keuangan Inklusif Untuk Indonesia Maju (AKSESKU)” yang serentak dilakukan di seluruh Provinsi di Indonesia. Bulan Inklusi Keuangan bertujuan sebagai kampanye budaya menabung di berbagai produk jasa keuangan, membuka akses keuangan kepada berbagai lapisan masyarakat, mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan meningkatkan awareness masyarakat terhadap layanan jasa keuangan," kata Kepala OJK Provinsi Riau, Yusri, Kamis (22/10/202), saat  OJK Provinsi Riau melaksanakan Business Matching Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada UMKM di Provinsi Riau.

Dikatakan, adapun perkembangan kinerja Perbankan di Provinsi Riau pada masa pandemi sampai dengan Agustus 2020 masih cukup terjaga, terlihat dari indikator aset yang masih mencatat pertumbuhan sebesar 6,95% (YoY), kredit tumbuh sebesar 2,21% (YoY) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 10,21% (YoY), resiko kredit masih terkelola dengan baik yg tercermin dari rasio NPL (Non Performing Loan) sebesar 3,07%. 

"Sedangkan dari perkembangan industri pasar modal di Provinsi Riau terus mengalami pertumbuhan sampai dengan posisi September 2020 yaitu dari indikator jumlah investor Saham menjadi sebanyak 24.945 rekening atau tumbuh sebesar 25,12% (YtD), jumlah investor reksadana tumbuh menjadi 42.377 rekening atau tumbuh sebesar 55,85% dan jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) tumbuh menjadi 5.890 rekening atau sebesar 40,30%," rincinya. 

Dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional, Perbankan Provinsi Riau turut berkontribusi dalam pelaksanaan retrukturisasi kredit kepada debitur yang terdampak pandemi Covid19, tercatat sebesar Rp 11,08 Triliun terhadap 110.235 debitur sampai dengan Agustus 2020. Sedangkan untuk restrukturisasi kredit oleh Perusahaan Pembiayaan di Provinsi Riau sampai dengan Oktober 2020  sebesar Rp.4,52 Triliun kepada 119.039 debitur. Sedangkan untuk penyaluran kredit dalam rangka PEN oleh Perbankan Himbara Provinsi Riau sampai dengan posisi Oktober 2020 yaitu sebesar Rp.3,37 Triliun kepada 31.286 debitur. 

Menurutnya, bulan Inklusi Keuangan tahun 2020 ini harus dijadikan momentum bagi Industri Jasa Keuangan untuk berkontribusi lebih kepada masyarakat sehingga harapannya dapat meningkatkan tingkat inklusi keuangan masyarakat Riau dan kinerja Industri Jasa Keuangan tetap terjaga. 

Terdapat beberapa agenda kegiatan dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan yang telah dan akan diselenggarakan oleh OJK Provinsi Riau yaitu Sosialisasi Bulan Inklusi Keuangan kepada seluruh Industri Jasa Keuangan di Provinsi Riau, Business Matching Kredit Usaha Rakyat bagi UMKM Riau, Business Matching Asuransi Usaha Ternak Sapi kepada Peternak Riau, Webinar Hari Asuransi Nasional, Webinar Peluang Investasi di Masa Pandemi, dan Business Matching Program Pemulihan Ekonomi Nasional kepada UMKM Riau. 

"Harapan kami dengan adanya kegiatan-kegiatan inklusi keuangan dimaksud dapat memutus permasalahan sulitnya akses keuangan bagi masyarakat sehingga masyarakat khususnya di Provinsi Riau dapat merasa lebih dekat dan nyaman serta meningkatkan kepercayaan dalam bertransaksi melalui Industri Jasa Keuangan," ujarnya. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00