Harga TBS Petani di Riau Mencapai Rp 1.974,40 Per Kg 

KBRN, Pekanbaru: Harga pembelian Tandah Buah Segar (TBS) petani kelapa sawit untuk periode satu pekan kedepan naik menjadi Rp 1.974,40 per Kg. Harga itu sudah mendekati Rp 2000,- per kilo gram.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Hasil Perekbunan, Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja menjelaskan berdasarkan penjelasan kenaikan harga TBS hasil rapat harga, Selasa (11/8/2020) 

Kenaikan harga TBS periode 12 sampai dengan 18 Agustus 2020 untuk kelompok umur 10-20 tahun adalah sebesar Rp 110,81/Kg.

Harga TBS kelapa sawit penetapan ke 32 bulan Agustus 2020 (periode 12 – 18 Agustus) di tahun 2020 mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur kelapa sawit dengan jumlah kenaikan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 - 20 tahun sebesar Rp 110,81/Kg atau mencapai 5,91 % dari harga minggu lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan naik menjadi Rp 1.974,40/Kg. 

"Kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal," ungkapnya.

Dikatakan, fFaktor internal yang menjadi penyebab naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikan harga jual CPO dan kernel dari sebagian perusahaan yang menjadi sumber data. 

"Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami kenaikan harga sebesar Rp. 442,80/kg, Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 513,00/Kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 485,12/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikan harga sebesar Rp 484,70/Kg dari harga pekan lalu," katanya. 

Sedangkan untuk harga jual kernel, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 96,00/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikan harga sebesar Rp 145,64/Kg dari harga pekan lalu.

Sementara dari faktor eksternal, kenaikan harga TBS minggu ini karena permintaan ekspor yang lebih kuat dan aktivitas restocking meningkat dari negara-negara pengimpor minyak sawit utama seperti India dan Cina. 

"Selain hal tersebut kenaikan harga TBS periode ini dipicu karena India meningkatkan pembelian pada bulan Juni karena negara itu mulai melakukan relaksasi lockdown. Ekspor Malaysia, terutama produk CPO, ke India diperkirakan tetap kuat selama sisa tahun ini setelah pemerintah Malaysia menurunkan pajak ekspor, hal ini dikarenakan Malaysia merupakan barometer dunia untuk harga CPO. China juga akan beralih ke minyak sawit setelah impor kanola dan kedelai terjerat perselisihan perdagangan," ulasnya.

Penetapan  Harga TBS Kelapa Sawit Prov Riau

 Nomor 32 periode 12 s/d 18 Agustus 2020.

 Umur 3th (Rp 1.461,14);

Umur 4th (Rp 1.583,70); 

Umur 5th (Rp 1.731,91); 

Umur 6th (Rp 1.773,66); 

Umur 7th (Rp 1.842,86); 

Umur 8th (Rp 1.893,88); 

Umur 9th (Rp 1.938,72);

Umur 10th-20th (Rp 1.984.40); 

Umur 21th (Rp 1.899,52); 

Umur 22th (Rp 1.889,91); 

Umur 23 th (Rp 1.881,90);

Umur 24 th (Rp 1.801,83); 

Umur 25 th (Rp 1.757,79);

Indeks K : 88,31 %

Harga CPO Rp. 9.068,18

Harga Kernel Rp. 4.743,51

NAIK Rp 110,81 per Kg utk umur 10-20 th.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00