Disbun Riau Umumkan Data Harga Terbaru Komoditi Unggulan Perkebunan 

DefrisHatmaja.jpeg

KBRN, Pekanbaru : Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau kembali memperbarui data harga komoditi unggulan perkebunan di Riau. Dalam data yang diumumkan melalui media massa, harga Bahan Olahan Karet (Bokar) pabrik dari pekan keempat di bulan Juni sampai saat ini belum mengalami perubahan harga, yaitu Rp10.250 per kilogram (Kg).

"Harga Bokar di pabrik masih Rp10.250 per Kg. Data ini sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan dan didata oleh Gapkindo Cabang Pekanbaru," kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Disbun Riau, Defris Hatmaja di Pekanbaru, Jumat (10/7/2020).

Dikatakan, sedangkan komoditi lainnya justru mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.

"Harga kelapa bulat pada pekan ini mengalami penurunan sebesar Rp500 per Kg, dibandingkan dengan pekan lalu yang sebelumnya hanya turun Rp400 per Kg," sebut Defris.

Untuk harga kopra mutu kering mengalami penurunan sebesar Rp650 per Kg.

"Adapun beberapa hal yang mempengaruhi penurunan harga kopra ini adalah karena turunnya permintaan crude palm oil (CPO). Sementara produksi CPO melonjak dari negara produsen," jelasnya.

Kemudian melimpahnya panen produk substitusi seperti jagung, kedelai dan sawit yang bisa menghasilkan minyak juga mempengaruhi penurunan harga ini.

"Jadi kelapa bukan satu-satunya lagi untuk membuat minyak. Melihat kondisi ini memang dibutuhkan peralihan produk. Jangan produksi diharapkan dari kopra terus menerus. Bahkan, pemerintah sudah berupaya mendorong untuk produksi kopra putih," kata Defris.

Sedangkan komoditi yang tidak mengalami penurunan sejak pekan ketiga bulan April adalah komoditi sagu atau tepung sagu basah. Sedangkan komoditi pinang kering mengalami penurunan Rp200 per kg dari pekan keempat bulan Juni.

"Turunnya harga pinang ini, diantaranya dipengaruhi juga oleh kemampuan daya beli penampung. Kita memang sulit untuk mengatur harga pasar pinang karena penampungnya banyak dari luar, karena harga memang fluktuasi," terang Defris. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00