Waktu Dwelling Time di Pelabuhan Dumai Masih Lama

KBRN, Pekanbaru : Waktu tunggu bongkar muat (dwelling time) di Pelabuhan Dumai, Provinsi Riau, belum membaik walaupun diberlakukannya sejumlah regulasi baru, karena masih relatif lama yaitu lebih dari tiga hari.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, Decymus di Pekanbaru, Rabu (8/1/2020).

Dia mengkritisi masih lambatnya waktu bongkar muat di Pelabuhan Dumai, sebab pemerintah sudah gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pebisnis yang berkecimpung dalam kegiatan importasi di pelabuhan untuk menekan angka dwelling time guna mengefisiensikan biaya logistik nasional.

"Kami akan terus mendorong perbaikan waktu dwelling time melalui upaya yang dilakukan terus menerus supaya terjalin sinergi program pemerintah terkait dengan penurunan dwelling time dengan kepentingan pelaku usaha dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di Riau," ujarnya.

Menurutnya, waktu bongkar muat di Riau yang kalah dari Medan juga menjadi salah satu penyebab banyaknya komoditi di Riau yang diekspor melalui pelbabuhan Belawan, Medan. Padahal jika diekspor melalui pelabuhan dumai maka akan memberikan efek positif terhadap perekonomian Riau.

"Kita masih kalah dibandingkan dengan Belawan, Medan. Kalau sudah lebih cepat, maka barang bisa diekspor dari Pelabuhan Dumai, maka akan memberikan keuntungan yang lebih baik kepada masyarakat dan ekonomi Riau," urainya.

Menurut Decymus, semua pihak harus bisa mempersingkat dwelling time untuk meningkatkan daya saing kompetitif, agar biaya logistik menjadi lebih rendah dan efisien sehingga dapat daya saing.

"Setiap kebijakan yang dibuat harus berpihak untuk peningkatan investasi dan menekan inflasi, bila pembiayaan semakin tinggi maka dampaknya langsung ke masyarakat, makanya pihaknya mengajak semua pihak bersinergi untuk meningkatkan investasi dan daya saing Riau," katanya. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00