Tanpa Hilirisasi Industri, Struktur Ekonomi Indonesia Tradisional

KBRN, Pekanbaru : Tanpa hilirisasi industri posisi Indonesia berada di bagian terendah rantai pasokan global, dengan mengekspor barang mentah artinya Indonesia masih memiliki struktur ekonomi yang sangat tradisional, bahkan berada di anak tangga terbawah global supply chain' atau rantai pasok atau juga rantai suplai.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Decymus, Kamis (26/12/2019).

Dia menjelaskan hilirisasi mendorong indonesia menaiki tangga 'global supply chain' dengan menjadi produsen bahan setengah jadi atau bahan material yang sudah diproses.

"Indonesia khususnya Riau sebagai negara kaya sumber daya alam selama ini menjadi pengekspor komoditas barang mentah yang cukup besar di dunia, sebanyak 50 persen dari total komoditas ekspornya merupakan minyak bumi, gas alam, minyak sawit mentah atau CPO dan batu bara yang dijajakan mentah-mentah ke seluruh belahan dunia," jelasnya.

Dikatakan, kebijakan hilirisasi industri mendorong agar semakin banyak proses pengolahan barang mentah dilakukan di dalam negeri, sehingga keuntungan dalam bentuk penyerapan tenaga kerja, pendapatan pajak dan lain-lain dinikmati mereka yang berada di Indonesia.

Decymus mengatakan diperlukan studi mendalam untuk benar-benar mengukur besarnya potensi keuntungan dari program hilirisasi industri. Jika program hilirisasi industri berhasil diberlakukan, maka secara jangka menengah dan panjang dampak positifnya tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga akan mampu mengurangi defisit perdagangan dan menjaga nilai Rupiah yang belakangan fluktuatif terhadap Dolar Amerika Serikat. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00