Jelang Akhir Tahun, Harga TBS Kelapa Sawit Riau Naik

KBRN, Pekanbaru : Menjelang akhir tahun harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau menunjukkan tren positif. Harga TBS kelapa sawit menguat menjadi Rp 2.014,78 per kilogram pada Desember 2019. Sementara itu harga CPO Rp 9.063,53 per kilogram dan harga kernel Rp 5.2797,5 per kilogram.

Penetapan harga TBS tersebut dilakukan oleh tim perumus berdasarkan rapat harga TBS yang digelar pada hari Senin tanggal 23 Desember 2019. Rapat yang dilaksanakan di aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, dipimpin oleh Kepala Seksi Pemasaran Dinas TPH Perkebunan Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu. Turut hadir perusahaan dan pabrik kelapa sawit, petani dan pihak-pihak terkait.

“Dengan menggeliatnya harga TBS Kelapa Sawit tersebut diharapkan dapat meingkatkan pendapatan dan memotivasi petani untuk kembali meningkatkan pemeliharaan tanaman,” kata Tengku Neni Mega Ayu, Kamis (26/12/2019).

Dari hasil pengolahan data yang disampaikan pabrik kelapa sawit sebagai sumber data, penetapan  Harga TBS Kelapa Sawit Prov Riau

No. 50 periode 25  s/d  31 Des. 2019.

Umur 3th (Rp 1.487,89);

Umur 4th (Rp 1.610,93);

Umur 5th (Rp 1.759,81);

Umur 6th (Rp 1.801,98);

Umur 7th (Rp 1.872,26);

Umur 8th (Rp 1.923,87);

Umur 9th (Rp 1.968,86);

Umur 10th-20th (Rp 2.014,78);

Umur 21th (Rp 1.929,62);

Umur 22th (Rp 1.919,98);

Umur 23 th (Rp 1.911,95);

Umur 24 th (Rp 1.831,62);

Umur 25 th (Rp 1.787,44);

Indeks K : 88,63 %

 Harga CPO Rp. 9.063,53

Harga Kernel Rp. 5.279,50

naik Rp 46,53 per Kg untuk umur 10-20 tahun.

Sawit Riau Didorong Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Disisi lain, persepsi buruk tentang kelapa sawit menjadi tantangan bagi petani dan pengusaha kelapa sawit di Riau, untuk mengatasinya kelapa sawit harus dikelola dengan baik dan benar agar bisa meningkatkan perekonomian di Riau, maka pengelolaannya harus dilakukan semua pihak bukan saja petani atau pengusaha sawit saja, tetapi juga pemerintah dan termasuk Pemerintah Provinsi Riau.

Menurut Ketua Asosiasi Petani Kepala Sawit Indonesia (Apkasindo) Riau, Gulat Manurung mengaku bahkan untuk menyikapi tersebut para petani dan pengusaha yang tergabung dalam asosiasi perkebunan kelapa sawit di Riau sudah menggelar diskusi ringan dengan jajaran Forkompimda di Riau.

"Saat ini sekitar 2.4 juta hektar kebun sawit di Riau belum memiliki kesadaran bergabung ke asosiasi manapun, padahal keberadaan asosiasi untuk membantu petani dan pengusaha kelapa sawit, apalagi saat ini petani dan pengusaha selalu dihantui turun naiknya harga sawit dan juga dituduh penyebaba kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Gulat Manurung mengatakan pihaknya butuh dukungan terkhusus dari Kapolda Riau sebagaimana komitmen Kapolda tahun 2020 Riau zero fire atau zero hot spot. Gakpi bersama Apkasinda dan Aspekpir serta asosiasi lainnya siap mendukung dan mensukseskan Riau zero fire tahun 2020. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00