Diseminasi Perekonomian Hasilkan Rekomendasi Turunan Sawit

KBRN, Pekanbaru : Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) berharap diseminasi perekonomian Tahun 2022, terkait pengembangan produk dan usaha berbasis kelapa sawit di Riau menghasilkan rekomendasi terhadap turunan sawit yang mampu membangkitkan ekonomi.

"Kita berharap diskusi nya memberikan rekomendasi yang baik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," katanya, Rabu (6/7/2022)

Menurutnya, potensi Sumber Daya Alam (SDA) berupa kelapa sawit ini, mampu menjadikan Riau, sebagai magnet bagi investor, baik dalam maupun luar negeri.

Berdasarkan rilis PDRB menginformasikan bahwa hal tersebut, sebagaimana tercermin dari investasi Riau triwulan I 2022 yang mampu tumbuh sangat tinggi yaitu 10,98 persen.

"Hal ini tentu karena perkembangan komoditas Riau yang masih sangat baik," ungkapnya.

Ia menyebutkan, di tahun 2021 lalu  investasi di Provinsi Riau itu mencapai 53 triliun yang tertinggi di luar pulau Jawa.

"Pada Tahun 2022 Pemerintah Provinsi Riau menargetkan pertumbuhan investasi yang mencapai sekitar sampai 65 triliun 2022. Mudah-mudahan tercapai," tuturnya.

Namun, ungkapnya, yang perlu menjadi perhatian, sampai saat ini investasi pada sektor kelapa sawit yang dilakukan, sebagian besar masih fokus pada peningkatan kapasitas produksi eksisting. Belum mengarah pada produk baru atau produk yang langsung bisa dikonsumsi

Padahal, ujar Muhammad Nur, kelapa sawit terkenal dengan bahan baku berbagai produk kebutuhan manusia. Sehingga hal ini perlu dibahas, karena jika di lihat CPO di Indonesia, seperti di Riau masih lebih banyak dijual keluar negeri mencapai kisaran sekitar 65 persen, jadi 65 persen sawitnya Indonesia yang berbentuk CPO itu diekspor keluar negeri.

"Kita berharap para narasumber kita bisa memberikan gambaran yang lebih kompeten lagi," ujarnya.

Untuk itu, ia berharap melalui diseminasi ini ada ya satu pemahaman di Riau ini, hilir yang mana mendorong terhadap produk turunan sawit, yang menghasilkan ekonomi.

"Mohon dikupas lebih dalam lagi, yang secara ekonomis nya yang pas. Dilihat dari berbagai aspeknya. Semoga ini menjadi satu solusi yang cukup baik atau solusi yang memberikan gambaran yang bagus bagi provinsi Riau sendiri. Agar hal ini juga bisa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau," harapnya. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar