BSP Kelola Penuh Blok CPP Mulai 9 Agustus 2022

KBRN, Pekanbaru : Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) secara resmi telah menetapkan dan menyerahkan pengelolaan wilayah kerja (WK) Coastel Plains and Pekanbaru (CPP) CPP 100 persen atau penuh ke PT Bumi Siap Pusako (BSP) mulai 9 Agustus mendatang.

Hal ini disampaikan Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Yanin Kholison dalam acara silaturahmi dan temu media dalam rangka perpanjangan WK Coastel Plains and Pekanbaru (CPP) Alih Operator dari Badan Operasi Bersama (BOB) PT Bumi Siak Pusako (BSP) - Pertamina Hulu kepada PT Bumi Siak Pusako, dalam sebuah pertemuan pada hari Selasa tanggal 5 Juli 2022.

Ia mengatakan penyerahan pengelolaan wilayah kerja CPP 100 persen ini adalah spesial, jika tahun lalu merupakan alih kelola dari operator asing ke BUMN, kali ini dari BOB PT BSP dan Pertamina Hulu yang telah mengelola bersama-sama akan melepaskan kegiatan operator dalam 20 tahun ke depan, 100 persen dikelola oleh PT BSP.

Hal ini menjadikan PT BSP sebagai BUMD kedua di Indonesia yang mendapatkan kepercayaan penuh mengelola ladang minyak.

"Ke depan, kita harapkan PT BSP bisa lebih berprestasi, semoga proses ini berjalan dengan baik, tanpa ada kendala berarti, tidak ada isu besar, sehingga SKK Migas bisa fokus menghadapi tantangan-tantangan teknis yang cukup tinggi," ujarnya.

Dijelaskan, melalui SKK Migas, pemerintah telah menetapkan target produksi minyak 1 juta barel one per day pada 2030 mendatang. Sebab itu, pihaknya memerlukan dukungan semua stakeholder.

"Untuk mencapai itu kami melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait, salah satunya media," sebutnya.

Kemudian ia juga berharap khusus kepada BOB agar menuntaskan komitmen sisa pengeboran minyak di tujuh sumur minyak dari 15 sumur sampai Agustus mendatang.

Sementara itu Pjs. General Manager BOB PT BSP-Pertamina Hulu Airlangga Pratama Akbar menyampaikan, secara teori ada 1.951 juta barel minyak di bawah perut bumi Riau. Namun tidak semua bisa diambil. Jumlah ini berpotensi bertambah lebih besar seiring perkembangan teknologi.

CPP Blok sendiri umurnya sudah 50 tahun. Pertama kali ditemukan di lapangan Kasikan. Ia menambahkan, CPP Blok sudah memberikan kontribusi besar buat seluruh rakyat Indonesia, termasuk menyelenggarakan program CSR untuk masyarakat.

Ia mengaku bahwa saat ini produksi minyak di seluruh dunia turun. BOB diharapkan bekerja keras terutama dalam menuntaskan dua pekerjaan besar pengeboran dan perawatan sumur.

"Semuanya membutuhkan biaya dan teknologi tinggi sehingga dapat menahan laju penurunan," terangnya.

Sementara itu tantangan operasi yang dihadapi di CPP Blok kedepan adalah mengalami kesulitan mendapatkan kepastian pembebasan lahan. "Kendala lain adalah faktor alam yaitu banjir, kebakaran hutan, ancaman hewan buas," ungkapnya.

Sementara itu Komisaris PT BSP Riki Hariansyah mengatakan pihaknya optimis bahwa PT BSP akan mampu meningkatkan produksi minyak di WK CPP Blok setelah BUMD yang sahamnya dipegang oleh Pemprov Riau, Pemkab Siak, Pemkab Kampar, Pemkab Pelalawan dan Pemko Pekanbaru ini mengelola ladang minyak bumi secara utuh atau 100 persen tanpa berada di bawah payung BOB dan bekerjasama dengan Pertamina

"BSP siap mengambil alih pengelolaan Wilayah Kerja CPP 100 persen yang akan dimulai pada 9 Agustus 2022 mendatang," pungkasnya. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar