OJK Riau : Waspadai Soceng

KBRN, Pekanbaru : Otoritas Jasa keuangan (OJK) meminta kepada masyarakat terutama nasabah perbankan khususnya di Riau untuk mewaspadai penipuan dengan modus social engineering (soceng). Karena, dengan berbagai modus pelaku soceng ini bisa menguras seluruh isi tabungan nasabah.

Permintaan disampaikan oleh Kepala Perwakilan OJK Riau, Muhamad Lutfi, Rabu(22/6/2022).

Menurutnya, modus penipuan soceng menjadi tranding di media sosial karena banyak nasabah perbankan yang melaporkan bahwa mereka kehilangan puluhan hingga ratusan juta rupiah karena peipuan modus social engineering.

"Hanya dalam hitungan menit pelaku soceng ini mampu menguras habis uang nasabah di rekening bank dengan memanfaatkan kelengahan dan ketidaktahuan nasabah," terangnya.

Agar nasabah perbankan tak masuk jeratan soceng, tambah Lutfi, OJK memberikan peringatan kepada nasabah perbankan agar mewaspadai beberapa modus operandi pelaku soceng.

"Pelaku soceng menipu dengan berpura-pura sebagai pegawai bank. Mereka menyampaikan informasi perubahan tarif transfer bank kepada korban. Penipu meminta korban mengisi link formulir yang meminta data pribadi seperti PIN, OTP dan password. Modus lainnya adalah pelaku soceng menipu dengan menawarkan iklan upgrade menjadi nasabah prioritas dengan segudang rayuan promosi. Penipu akan meminta korban memberikan data pribadi seperti Nomor Kartu ATM, PIN, OTP, Nomor CVV/CVC, dan password. Modus para soceng berikutnya adalah dengan menggunakan akun media sosial palsu yang mengatasnamakan bank. Akun biasanya muncul ketika ada nasabah yang menyampaikan keluhan terkait layanan perbankan. Pelaku akan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhannya dengan mengarahkan ke website palsu pelaku atau meminta nasabah memberikan data pribadinya. Modus lainnya adalah pelaku soceng menipu dengan menawarkan jasa menjadi agen laku pandai bank tanpa persyaratan rumit. Penipu akan meminta korban mentrasnfer sejumlah uang untuk mendapatkan mesin EDC," urai Lutfi.

Piahknya akan memastikan bahwa dalam menjalankan transaksi, petugas bank tidak akan meminta atau menanyakan password, PIN, MPIN, OTP atau data pribadi. Nasabah perbankan diminta untuk memastikan selalu keaslian telepon dan akun media sosial, email dan website bank.

Disinggung menghadapi para pelaku soceng, Lutfi mengatakan apabila nasabah perbankan menemui modus soceng usahakan jangan panik. Jika ada oknum yang mengaku sebagai pegawai bank menghubungi dan meminta data pribadi Anda, jangan diberikan.

"Pastikan hanya menggunakan aplikasi dan menghubungi layanan resmi bank dan atau lembaga jasa keuangan," ungkapnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar