Bukit Piramida di Desa Pantai, Bukit Peninggalan Sejarah Kerajaan Tertua

KRN, Pekanbaru : Ada beberapa objek wisata di Kabupaten Kuantan Singingi baik yang bersifat Alami seperti destinasi wisata, air terjun, pemandian air panas, kemudian ada Tobek Pebaun dan kemudian sungai Napal Kuning  ada pantai Jai-jai Raok, ada danau dan ada juga bukit Piramid dan lain sebagainya.

Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi, Drs. Azhar, MM,.CPM saat berbincang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/5/2022).

Disamping itu, kata Azhar, di kabupaten Kuantan Singingi ada hal yang juga menarik yang kalau kini kita kemas dengan baik, juga akan menjadi objek wisata yang tidak kalah menarik dari pada objek-objek wisata yang lainnya yang berada di wilayah kabupaten Kuantan Singingi, yaitu Bukit Piramid yang ada di Desa Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik, kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Dikatakan Azhar, dengan berbagai budaya dan sejarah yang panjang, Indonesia sebagai negara yang mempunyai beragam bahasa, suku, dan budaya merupakan negara yang memiliki banyak peninggalan di masa lampau.

Salah satunya adalah Bukit Piramid tersebut. Bukit Piramid yang terletak di Desa Pantai Kecamatan Kuantan Mudik ini di sebut-sebut peninggalan kerajaan tertua di zaman masa lampau, yakni kerajaan Pinang Merah pecahan kerajaan Kandis.

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuantan Singingi Drs. Azhar,. MM.,CPM mengatakan, bahwa memang benar Bukit Piramid yang ada di desa Pantai Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi itu masih dalam penulusuran.

Dimana, bukit itu akan ditelusuri keasliannya, apakah itu bukit yang keberadaannya secara alami atau bukit yang dibuat oleh tangan manusia. Kemudian lebih lanjut dikatakan Azhar, pihaknya berencana akan turunkan tim arkeolog dari pulau Jawa, guna untuk melakukan ekspedisi terkait bukit Piramid yang ada di Desa Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik, guna memastikan apakah bukit itu asli keberadaannya secara alami atau bukan.

Menurut Azhar, berdasarkan penelusuran, bukit Piramid yang berada di Desa Pantai tersebut diduga bukanlah bukit yang keberadaannya ada secara alami, buktinya ada beberapa koin yang ditemukan yang sekarang diamankan oleh kawan-kawan Pecinta Alam di desa Pantai itu sendiri. Kemudian juga ada ditemukan nisan-nisan yang mengandung nilai-nilai sejarah.

Azhar membeberkan, Tujuan pihaknya datangkan arkeolog itu, juga untuk mengetahui seberapa tua nya bukit Piramid tersebut.

Dikatakan Azhar, pemerintah saat ini sudah dan sedang lakukan koordinasi dan jalin komunikasi dengan pihak arkeolog yang berasal dari pulau Jawa, dan bahkan kata Azhar, pihak arkeolog tersebut bersedia untuk lakukan penelitian terhadap bukit Piramid tersebut.

Disamping itu, kata Azhar, pada saat kita ketahui tahun berapa adanya bukit Piramid itu, tentu kita akan tampilkan ke publik, bahwa pada tahun sekian sudah ada peradaban di Kuansing, dan hal ini akan mengundang orang-orang secara tidak langsung untuk mendatangi bukit Piramid tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar