BI Riau Minta Pemda Antisipasi Risiko Akhir Tahun

KBRN, Pekanbaru : Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau meminta kepada pemda di Riau, untuk mengantisipasi gejolak inflasi menjelang akhir tahun ini.

Deputi Kepala Perwakilan BI Riau M. Cahyaningtyas mengatakan memasuki periode akhir tahun, sejumlah risiko harus diwaspadai pemprov agar inflasi daerah tetap terkendali.

"Risiko tersebut yaitu pertama masih tingginya ketergantungan Riau terhadap pasokan komoditas pangan dari daerah lain, lalu kedua yaitu ancaman la nina yang berpotensi menyebabkan curah hujan tinggi di daerah sentra produsen," ujarnya, Senin (6/12/2021).

Dia mengatakan pemda juga perlu mewaspadai berbagai komoditas yang terdampak penyesuaian cukai rokok, pengenaan cukai plastik, dan pengenaan cukai minuman berperisa, serta historis peningkatan permintaan pada akhir tahun.

Menurutnya, berdasarkan perkembangan terkini dan risiko yang masih membayangi, inflasi Riau pada 2021 diperkirakan lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2020, dan berada dalam kisaran sasaran inflasi sebesar 3,0 persen plus minus 1,0 persen.

Dari rilis data inflasi oleh Badan Pusat Statistik pada November 2021, Riau mencatat inflasi sebesar 0,38 persen (mtm), atau lebih tinggi dibandingkan inflasi yang terjadi pada Oktober 2021 sebesar 0,32 persen (mtm).

Pihaknya mengakui meningkatnya tekanan inflasi tersebut sejalan dengan perkiraan Bank Indonesia sebelumnya. Meski mengalami peningkatan secara bulanan, inflasi Riau relatif terkendali dengan pencapaian inflasi tahunan sebesar 2,06 persen dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi. Sementara, inflasi nasional lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Riau yaitu sebesar 1,75 persen (yoy).

Dia mengatakan salah satu upaya guna stabilisasi pemenuhan kebutuhan pangan di Provinsi Riau, TPID se-Riau terus melakukan perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Pada 24 November 2021 lalu misalnya, TPID Kota Pekanbaru melalui PT. Sarana Pangan Madani (SPM) menyepakati kerja sama pemenuhan kebutuhan daging sapi dengan Perumda Dharma Jaya DKI Jakarta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar