Riau Jadi Role Model Dalam Tata Niaga Sawit di Indonesia

KBRN, Pekanbaru : Provinsi penghasil sawit di Indonesia, ramai-ramai study banding ke Dinas Perhubungan (Disbun) Provinsi Riau terkait dengan penerapan Peraturan Gubernur Riau (Pergub) Nomor 77 tahun 2020 tentang Tata Niaga Sawit Pekebun Swadaya dan Perhitugan sisa Cangkang. Sehingga Riau menjadi role model karena sSebagai provinsi pertama di Indonesia yang mempunyai regulasi Pergub dan akan melaksanakan penetapan harga untuk pekebun Swadaya dan perhitungan cangkang.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja dalam siaran pers, Jumat (3/12/2012) mengatakan provinsi penghasil sawit itu beramai-ramai datang ke Disbun Riau untuk mempelajari tata niaga sebagaimana diatur dalam regulasi Pergub nomor 77/2020.

"Kita akan menerapkan Pergub 77 itu pada awal 2022 yg akan datang, tetapi kita sudah di sambangi oleh provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Sumatera Barat untuk belajar dan study banding, menyusul juga akan disambangi oleh Provinsi   Kalimantan Barat dan Provinsi Papua Barat," jelasnya.

Dikatakan,terkait dari regulasi yang ada di Riau akan memberlakukan penetapkan harga untuk kelembagaan pekebun Swadaya, plasma dan perhitungan sisa cangkang.

"Selama ini di Indonesia hanya ditetapkan harga untuk pekebun kelembagaan plasma saja, Riau dengan regulasi Pergub 77/2020, awal tahun depan akan menerapkan untuk ketiganya yaitu harga plasma, harga Swadaya dan harga cangkang," ungkapnya.

Diakui Defris Hatmaja, sSaat ini sudah 3 kelembagaan Swadaya yang telah dimitrakan oleh Disbun Riau bersama Disbun Kab/kota, yaitu Kabuparen Rokan Hulu (Rohul), Kampar dan Kabupaten Pelalawan.

"Kabupaten lainnya akan kita gesa untuk segera menyusul, kita akan mitrakan dengan PKS. Untuk kelembagaan plasma yang telah ada kita melakukannya pembaharuan atau upgrade kerjasama seperti yang diatur di dalam Pergub," lanjutnya.

Defris Hatmaja mengaku bersyukur Riau dijadikan role model dalam penetapan harga TBS kepala sawit di Indonesia.

"Alhamdulillah oleh Dirjenbun Pergub Riau akan dijadikan rules model nasional dalam penetapan harga TBS , apalagi kita sudah akan menerapkan harga pekebun swadaya yang sudah kita mitrakan beberapa hari lalu, Insha Allah penandatanganann Mou antara kelembagaan swadaya dengan pabrik PKS akan disaksikan langsung oleh Bapak Gubernur Riau Syamsuar pada tanggal 14 Desember 2021 yang akan datang bertepatan dengan Hari Perkebunan Nasional," urainya.

Menurutnya, dengan adanya Pergub ini akan memberikan kepastian pasar bagi pekebun di Riau dalam menjual TBS dan bagi perusahaan PKS akan adanya kepastian bahan baku bagi pabriknya sesuai dengan kapasitas terpasang di pabrik.

"Intinya, semangat dari Pergub 77/2020 ini adalah untuk membeikan harga yangberkeadilan bagi pekebun kita. Disbun telah melakukan pengujian rendemenen pekebun Swadaya dan plasma se Provinsi Riau beberap waktu lalu dengan dukungan dana BPDPKS. Jadi iniyang akan menjadi acuan kita dalam menghitung harga TBS tentunya dengan hasil pengujian rendemen yang terbaru," katanya lagi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar