Baliho Prokes Milik Kemenag Pekanbaru Rusak

KBRN, Pekanbaru : Satu baliho protokol kesehatan yang merupakan iklan layanan masyarakat dari Kementerian Agama Kota Pekanbaru rusak. Sampai saat ini penyebab kerusakan belum diketahui namun kerusakan tersebut baru diketahui, Jumat (26/2/2021) setelah adanya laporan disampaikan kepada Ketua Tim Posko Siaga Covid-19 Kemenag Kota Peknabaru yang juga Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Abdul Wahid.

Kepada RRI, Abdul Wahid mengatakan pihaknya memasang banner/baliho di beberapa titik di Kota Pekanbaru dalam rangka menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan 5M sesuai intruksi menteri agama nomor 1 tahun 2021 tentang gerakan sosialisasi penerapan protokol kesehatan 5M.

"Pemasangan baliho itu sebagai sosialiasi dengan harapan mampu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk taat dan mematuhi protokol kesehatan, demi kesehatan dan keselamatan bersama dengan pesan cegah dan perangi covid-19 dengan selalu menerapkan 5M," jelasnya.

Diakui, namun satu diantara baliho yang dipasang rusak berlokasi di Jalan Kartini, Kota Pekanbaru, dugaan sementara kerusakan baliho tersebut merupakan ulah dari pihak atau kelompok yang tidak setuju dengan sosialisasi 5M. Sebab pesan yang rusak hanya 5M saja sedangkan foto pejabat kemenag tidak rusak.

"Baru pagi tadi dapat laporan, jadi belum tahu pasti penyebabnya, apakah dirusak atau rusak, itu yang sendang kami telusuri. Kalau dirusak berarati itu perbuatan orang yang tidak setuju dengan gerakan 5M," keluhnya.

Abdul Wahid mengakui pemasangan baliho tersebut tidak dibayar tetapi infak dari pengusaha reklame karena mendukung program sosialisasi gerakan 5M Kemenag Kota Pekanbaru.

"Memang kami dari Kemenag juga menerima laporan bahwa kerusakan karena hujan dan anging kencang yang terjadi beberapa hari lalu, namun kami belum bisa memastikan berbagai kemungkinan penyebab kerusakan," tambahnya.

Sosialisasi 5M yang tertulir secar bersar-besar di baliho yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi juga telah terlaksana di setiap rumah ibadah, sekolah madrasah dan KUA se Kota Pekanbaru.

Sedangkan gambar atau foto yang ada dalam baliho adalah Menteri Agama, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Riau, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Kota Pekanbaru. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00