FPK Riau Tinjau Usaha Keramba Ikan Danau PLTA dan Kampung Patin

KBRN, Pekanbaru : Sejumlah pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Riau, pada hari Sabtu tanggal 16 Januari 2021 lalu meninjau aktivitas budidaya ikan dalam keramba di Danau PLTA Kotopanjang, Kampung Patin Koto Mesjid dan Unit Pengolahan Ikan Salai. Kunjungan pengurus FPK yang dipimpin langsung oleh Ketua, Ir. A.Z. Fachri Yasin, M.Agr atas undangan Prof. Dr. Irwan Effendy, Guru Besar Faperika Unri yang memiliki 60 keramba di kawasan danau PLTA tersebut.

Rombongan FPK Riau lainnya adalah Drs. Kaharuddin, Pembina FPK Riau yang juga Kepala Badan Kesbangpol Riau beserta Sri Petri (Kabid) dan staf Suganda, Wakil Ketua FPK, Fakhrunnas MA Jabbar, Sekjen Jailani dan bendahara Sadrianto.

Ketua FPK Riau, A.Z. Fachri Yasin menjelaskan kunjungan ini untuk memenuhi undangan Prof. Irwan Effendy yang juga mantan Kadis Dikbud Riau dan Kadis Perikanan Riau yang sukses mengaplikasikan ilmj perikanannya sebagai usaha bisnis.

"Sebenarnya banyak pengurus yang berminat ikut namun kami membatasi jumlahnya sesuai pembicaraan sebelumnya dengan Prof. Irwan," kata Fachri, dalam siaran pers yang diterima, Selasa (19/1/2021).

Sementara Prof. Irwan Effendy yang menjamu rombongan FPK didampingi dua mahasiswi S2 masing-masing Treza dan Susi mengungkapkan rasa gembiranya atas kunjungan ini. Irwan telah merintis usaha keramba ini sejak tahun 2011 dan mempekerjakan tiga orang karyawan.

Irwan selanjutnya menjelaskan di danau PLTA Kotopanjang seluas 12.000 hektare itu terdapat sekurang-kurangnya 50an pemilik usaha keramba.

"Mayoritas pemilik adalah putra tempatan dengan distribusi produk ikan mas, lele dumbo dan nila selain di Riau juga di provinsi sekitar seperti Sumbar, Jambi dan Sumut," kata Irwan.

Diungkapkan, masalah yang dihadapi para petani ikan di kawasan itu terkait penyediaan benih dan pakan berupa pellet. Benih ikan umumnya didatanglan dari Sumbar.

Selama kunjungan, rombongan dijamu makan siang dengan menu masakan serba ikan yakni gorengan ikan mas, asam pedas baung dan sayuran. Setelah itu, rombongan  diajak berkeliling naik speedboat di kawasan danau yang dipenuhi ratusan keramba jaring yang beragam ukuran.

Kampung Patin dan Ikan Salai

Usai kegiatan di danau PLTA, rombongan diajak meninjau Perkampungan Patin Koto Mesjid yang sudah dikenal di Riau. Rombongan sempat meninjay Unit Pengolahan Ikan yang dibanghn oleh Dinas Perikanan Kabuparen Kampar sejak 2011.

Di lokasi itu rlmbongan  menyaksikan langsung aktivitas pembuatan ikan salai patin nulai dari pencucian ikan, penyayatan dan pengeluaran kotoran hingga disalai di atas tunggu api sesuai tahapan-tahapannya.

Setetelah itu, rombongan meninjau Pusat Pembenihan dan Pengolahan Ikan yang diprakarsai oleh Suhaimi, alumnys Faperika Unri dan Magister Agronomi Faperta UIR.

Di komplek tersebit terdapat sejumlah bangunan untuk pelatihan, balai benih ikan patin dan pusat penjualan produk olahan ikan patin seperti nugget, siomai, batagor, singkong presto dan sebagainya.

"Ada 14 jenis produk olahan ikan patin yang kami jual di sini," kata Suhaimi yang menjadi perintis Perkampungan Patkn sejak awal di Koto Mesjid tak jauh dari danau PLTA Kotopanjang itu. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00