Kelola Kemajemukan Untuk Harmonisasi Komunikasi

KBRN, Pekanbaru : Mengelola kemajemukan untuk harmonisasi komunisasi mutlak dilakukan agar kehidupan menjadi damai di tengah kemajemukan dengan menerima dan menghargai perbedaan.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Badan Kesbangbangpol Provinsi Riau, Kaharudin saat menyampaikan sambutan gubri saat membuka seminar Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau dengan tema "Budaya sebagai kunci kejayaan bangsa", Selasa (1/12/2020) di Pekanbaru.

Dia mengatakan bahwa upaya yang perlu dilakukan saat ini adalah memadukan kemajemukan menjadi silaturahmi yang harmonis.

"Pemerintah akan terus bersama semua pemangku kepentingan akan mengelola kemajemukan yang ada dan meningkatkan komunikasi, agar keberagaman etnis tidak menjadi bibit pertengkaran, tetapi untuk perkokoh persatuan," ungkapnya.

Sementara itu, Penasehat FPK Riau, Datuk Seri Al Azhar dalam sambutannya mengatakan  kejayaan Riau akan terwujud jika semua elemen masyarakat kukuh bersatu. Sebab 51 paguyuban yang ada di Riau jika bersatu tekad kukuh menjaga persatuan maka cita - cita kejayaan riau tidak mustahil dapat diraih.

"Kita punya potensi untuk itu, makanya kita akan terus menerus berusaha merekatkan kebudyaaan itu untuk kemajuan dan kemakmuran bersama," katanya.

Sebelumnya Ketua FPK Provinsi Riau Ir.AZ Fachri Yasin, M.Agr mengatakan seminar yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta Pekanbaru ini merupakan rangkaian seminar yang dilaksanakan FPK Riau awal Desember 2020 ini.

Pernyataan Ketua FPK Riau dipertegas oleh Sekretaris Panitia Seminar, Wahyu Donri yang menjelaskan kemajuan sekarang mempengaruhi pola pemikiran budaya, maka ratusan suku bangsa yang ada di Riau harus dijadikan anugerah untuk mencapai kejayaan bangsa.

"Maka kekayaan suku bangsa itu menjadi potensi bagi kita untuk mengembangkan diri dalam rangka kemajuan berbangsa dan bernegara," sebutnya.

Pembicara utama dalam seminar adalah Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menekankan pentingnya kebudayaan yang dijalankan dan dipertahankan melalui transpormasi kehidupan yang ada. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00