BNNP Riau Musnahkan 6.659 Butir Pil Ekstasi

KBRN, Pekanbaru : Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau memusnahkan 6.659 butir pil ekstasi, Senin (30/11/2020) di halaman kantor BNNP Riau. Barang haram tersebut diamankan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru dari sebuah paket yang akan dikirim menggunakan ekspedisi.

Kepala Bidang Pemberantasan dan Penindakan BNNP Riau, Kombes Pol Berliando mengatakan, selain barang bukti narkotika jenis pil ekstasi, petugas juga mengamankan 2 tersangka berinisial DF dan A.

Dikatakan, paket yang berisikan narkotika jenis pil ekstasi, awalnya akan dikirim melalui jasa ekspedisi yang akan dibawa ke Bandara SSK II Pekanbaru.

"Berkat kesigapan petugas Asvec Bandara, paket tersebut berhasil ditemukan," jelasnya.

Pemilik barang haram berinisial DF diamankan di Payung Sekaki, Pekanbaru. Berdasarkan pengakuan DF, narkotika tersebut dikendalikan oleh tersangka A dari Lapas Pekanbaru.

"Narkotika itu dikendalikan dari narapidana Lapas Pekanbaru berinisial A. Barang tersebut akan dikirim ke Belawa daerah Sulawesi Selatan," lanjutnya.

Narkotika jenis pil ekstasi berjumlah 6.659 butir yang didapati di Bandara SSK II Pekanbaru, akhirnya dimusnahkan oleh BNNP Riau.

Dijelaskan, BNNP Riau juga meringkus pengendali peredaran 6.659 butir ekstasi, yang akan dikirim melalui Cargo Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, menuju Sulawesi Selatan. Pelaku selama ini bersembunyi dibalik jeruji besi Lapas Kelas II Pekanbaru.

Setelah mengamankan 6.659 butir ekstasi, yang ditemukan petugas Avsec pada tanggal 19 November 2020, lalu, petugas melakukan serangkaian penyelidikan, petugas BNNP mendapatkan ciri-ciri pengiriman narkoba, melalui Cargo Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Setelah mengantongi ciri-ciri dan identitas pengirim, petugas BNNP langsung melakukan penangkapan terhadap pengirim paket yang bernama David Fernando, di Jalan Beringin Indah, Perumahan BSG, Kelurahan Sugai Sibam, Kecamatan, Payung sekaki Pekanbaru.

"Iya, awalnya kita tangkap tersangka yang bernama David Fernando, kita tangkap di rumahnya di Payung Sekaki. Dia yang mengirim ekstasi ini, dengan modus pengiriman barang elektronik ke wilayah Sulawesi Selatan," ujar Kabid Brantas BNNP Riau, Kombes Pol Berliando.

Setelah David diinterogasi, Ia mengaku kalau disuruh oleh seseorang bernama Irmen, yang berada di Lapas Pekanbaru. Dimana David diberi upah sebesar Rp 1 juta untuk mengirim barang haram tersebut.

"Dia mengaku disuruh oleh seseorang bernama Irmen, warga binaan yang berada di Lapas Gobah. Malam itu langsung kita menuju ke Lapas Gobah, dan memang benar dia adalah warga binaan disana. Langsung kita bawa dia, dan sekarang ditahan di BNNP untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut," lanjut Berliando.

Sementara untuk penerima barang haram itu di Sulawesi Selatan, petugas sudah kehilangan jejak. Diduga penerima sudah mengetahui kalau aksi mereka sudah tercium oleh aparat kepolisian.

"Untuk penerimanya disana, mungkin karena yang disini sudah ditangkap, disana mereka sudah tahu jadi belum berhasil kita temukan," tutur pamen dengan bunga tiga dipundaknya itu.

Terakhir Berliando membeberkan, hingga saat ini napi yang mereka tangkap belum mau membuka mulut, terkait siapa bandar besar yang mempekerjakannya di dalam Lapas.

"Untuk jaringan si Napi ini, karena dia sangat tertutup, jadi kita agak kesulitan mendapatkan informasi. Maka dari itu, kita akan melakukan upaya pendalaman lebih maksimal, sehingga kita tahu dia ini jaringan mana," ungkapnya. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00