Terjadi Kesenjangan Persentase Guru Layak Mengajar di Riau

KBRN, Pekanbaru : Berdasarkan publikasi statistik pendidikan di Provinsi Riau pada tahun 2019 yang didasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau bahwa terjadi kesenjangan persentase guru yang layak mengajar di Riau.

"Guru yang telah memenuhi syarat kualifikasi akademik tersebut dikelompokkan sebagai guru layak mengajar oleh Kemendikbud. Berdasarkan jenjang pendidikan, terjadi kesenjangan persentase guru layak mengajar antara jenjang pendidikan SMA dan SMK. Persentese guru layak mengajar pada jenjang SMA merupakan yang tertinggi di antara jenjang pendidikan lainnya yaitu sebesar 97,19  persen," kata Kepala BPS PRovinsi Riau, Misfaruddin, Rabu (25/11/2020).

Dikatakan, sebaliknya, pada jenjang pendidikan SMK, persentase guru layak mengajar justru yang terendah yaitu sebesar 84,33. Sementara itu, pada jenjang pendidikan SD hingga SMA, semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin tinggi pula persentase guru layak mengajar.

"Selain kualitasnya, beban kerja guru juga turut mempengaruhi bagaimana kualitas proses belajar mengajar di dalam kelas. Beban kerja guru tersebut dapat dilihat dengan menghitung rasio murid-guru yang menggambarkan jumlah murid terhadap jumlah guru pada  jenjang pendidikan tertentu," lanjutnya.

Menurutnya, guru yang dimaksud tidak dibedakan antara guru layak dan tidak layak mengajar. Sehingga rasio murid-guru mencerminkan rata-rata jumlah murid yang menjadi tanggung jawab seorang guru. Semakin besar rasio murid-guru, maka semakin kecil akses murid terhadap guru, sedangkan semakin kecil rasio murid-guru maka akses murid terhadap guru akan semakin mudah.

Hal ini memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan siswa secara individu sehingga mendukung prestasi siswa menjadi lebih baik Pasal 17 Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, menyebutkan bahwa pada jenjang SD, SMP, SMA idealnya satu guru bertanggung jawab terhadap 20 murid. Sedangkan pada jenjang TK, MI, MTs,MA dan SMK idealnya satu guru bertanggung jawab pada 15 murid. Ssecara rata-rata pada setiap jenjang pendidikan di Provinsi Riau, seorang guru bertanggung jawab terhadap 13 sampai 16 murid. Rasio murid guru tersebut sudah memenuhi standar ideal sebagaimana yang tertuang pada peraturan

Kualifikasi dan Beban Kerja Guru

Satu hal lagi yang memegang peranan yang sangat krusial dalam kegiatan belajar mengajar adalah tersedianya guru/tenaga pendidik yang sesuai dengan kualifikasi yang telah ditentukan.  Hal tersebut dikarenakan guru adalah seseorang yang akan membimbing dan  mengajar para murid yang pada akhirnya turut menentukan masa depan para generasi penerus bangsa. Kualifikasi guru sebagai tenaga pengajar sangat berperan dalam proses pembelajaran. Sehingga peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya tentang peningkatan  sarana dan prasarana, melainkan juga tentang penetapan standar kualitas tenaga pengajarnya.

Pasal 8 Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.  

Kemudian, kualifikasi akademik tenaga pengajar yang dimaksud adalah memperoleh  pendidikan tinggi program sarjana (S1) atau program diploma empat (D4). Syarat mengenai kualifikasi akademik ini juga telah dituangkan dalam Permendiknas RI Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

"Selamat Hari Guru Nasional 2020. Terima kasih untuk jasa-jasamu selama ini. Semoga kualitas dan kuantitas tenaga pendidik dapat terus meningkat, sehingga tercipta generasi penerus yang berdaya saing tinggi," ungkapnya. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00