Puncak Gebyar Budaya Melayu Riau Dilakukan Secara Virtual

KBRN, Pekanbaru : Puncak pelaksanaan kegiatan Gebyar Budaya Melayu Riau dilakukan secara virtual di Gedung Olah Raga (GOR) Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Kamis (29/10/2020), dengan menerapkan protokol kesehatan.

Gubernur Riau, Syamsuar saat menyampaikan sambutan mengatakan kegiatan gebyar budaya melayu Riau hendaknya mendorong peserta didik untuk lebih cerdas dan akan sadar bahaya seperti bahaya narkoba.

"FPKK yang dikukuhan pada hari ini hendaknya tidak saja melaksanakan gebyar budaya Melayu tetapi juga kegiatan lain yang bertujuan meningkatkan ilmu pengetahuan SDM yang ada di Riau," katanya.

Sebelumnya, Pjs Bupati Siak, Indra Agus Lukman mengatakan kegiatan sangat bermanfaat bagi Kabupaten Siak sebagai muatan indentitas budaya khususnya bagi generasi milenial.

"Kegiatan ini sesuai dengan visi dan misi Riau, juga visi dan misi Kabupaten Siak dalam rangka pariwisata dan juga bagi anak didik di Siak," ucapnya.

Disisi lain, Ketua Panitia Rozian mengatakan kegiatan gebyar budaya melayu diadakan dalam rangka mengisi waktu siswa di tengah pandemi covid 19, sehingga pelaksanaan lomba diadakan dari rumah masing – masing.

"Jadi pada saat pandemi saat ini tidak ada yang bisa dilakukan, kegiatan ini untuk mengisi waktu siswa untuk lebih meningkatkan ketermapilan dan pengetahuan," katanya.

Pada kesempatan itu dikukuhkan Forum Pengembang Kelas Kominfo (FPKK) periode 2020-2023. Penyerahan hadiah lomba secara virtual. 

Mahasiswa Tolak Gebyar Budaya Melayu

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tualang sempat melakukan aksi yang bertujuan menolak kegiatan gebyar budaya melayu Riau 2020 yang berlangsung di GOR Kecamatan Tualang.

Usai pelaksanaan acara sempat terjadi adu argumen antara perwakilan mahasiswa dengan Pjs Bupati Siak, IIndra Agus Lukman. 

Ketua Aliansi Mahasiswa Tualang, Riko Saputra mengatakan kegiatan tersebut mengundang kerumunan orang sehingga adanya indikasi pelanggaran protokol kesehatan.

"Ini bertentangan dengan peraturan gubernur Riau nomor 55 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan covid-19. Apalagi saat ini, kasus tertinggi penyebaran covid-19 di Siak adalah Kecamatan Tualang dengan akumulasi total terkonfirmasi positif sejak Oktober mencapai 711 orang," katanya.

Namun Indra Agus Lukman mengatakan Siak menjadi tuan rumah kegiatan tersebut karena sudah melalui kajian dan adanya izin dari gugus tugas. Apalagi kegiatan dilaksanakan secara virutal.

"Ini sudah boleh dilaksanakan dan sudah mendapat izin dari Gugus Tugas. Memang ada kegiatan itu yang tidak boleh dan ada yang boleh, tetapi ini sudah boleh. Apalagi dilaksanakan dengan secara virtual dan jumlah yang hadir juga tidak lebih dari 50 orang," jawabnya. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00