Walau Krisis Karena Covid, Antusiasme Warga Berkurban Tetapi Tinggi

KBRN, Pekanbaru : Walaupun krisis ekonomi melanda, karena pandemi virus Covid 19, antusiasme warga di Kota Pekanbaru tetapi tingi untuk berkurban. Sebab selain ibadah, Idul Adha juga memiliki nilai sosial, sehingga ditengah pandemi covid 19 yang tengah mewabah semangat berkurban tetap tinggi yang merupakan akibat dari meningkatnya keimanan dan ketaqwaan.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Edwar S Umar kepada RRI, Senin (3/8/2020) saat penyembelihan hewan kurban di lingkungan kementerian agama Kota Pekanbaru.

"Sebelumnya kita memperkirakan jumlah peserta kurban tahun ini menurun, tetapi kesulitan ekonomi tidak menyurutkan masyarakat untuk berkurban, jumlahnya tetap banyak, sama seperti tahun lalu," katanya.

Dia menjelaskan walaupun perekonomian masyarakat terdampak akibat covid 19, tetapi masyarakat tetap antusias untuk berkurban pada tahun ini. 

"Tingginya antusiasme warga berkuran pada tahun ini tidak saja di lingkungan Kemenag Kota Pekanbaru, tetapi juga secara umum di Kota Pekanbaru, Walaupun disisi lain, terjadi penguran jumlah hewan kurban di beberapa tempat," ungkapnya.

Pihaknya sangat mengapresiasi hal tersebut sebab kualitas keimanan dan ketaqwaan masyarakat di Kota Pekanbaru terbukti meningkat, karena walaupun kesulitan ekonomi tetapi tetap berkurban.

Sementara itu, informasi yang disampaikan oleh Ketua Panitia, H. A.N. Khofify, S.Ag, MH bahwa jumlah hewan kurban yang dikurbankan sebanyak 9 ekor, terdiri dari 2 ekor kerbau dan 7 ekor sapi.

"Proses penyembelihan, pengulitan, pemisahan daging dari tulang serta mencencang tulang belulang berlangsung begitu cepat. Sehingga pada pukul 11.00 WIB daging-daging telah dimasukkan dalam kantong plastik dan didistribusikan kepada peserta dan warga penerima hewan kurban," katanya. 

Disisi lain, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kantor Kemenag Kota Pekanbaru, Abdul Wahid menyampaikan, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dalam dilakukan dengan protokol kesehatan. Di tengah kondisi pandemi Covid-19, peringatan Iduladha 1441 Hijriah dilaksanakan dengan cara yang berbeda.

"Selama ini pelaksanaan kurban hanya mempertimbangkan syariat Islam, tetapi tahun ini kami akan melaksanakannya berdasarkan protokol kesehatan, baik panitia penyelenggara, orang yang berkurban, maupun para mustahik (orang yang berhak menerima kurban)," ujarnya.

Secara teknis, pelaksanaan kurban sesuai protokol Covid-19, di antaranya pemotongan hewan kurban hanya dihadiri oleh panitia kurban yang dibatasi jumlahnya. 

"Menghindari kerumunan, baik oleh panitia penyelenggara, orang yang berkurban, maupun para mustahik. Kita percayakan kepada panitia untuk melakukan pemotongan hewan kurban," tandasnya.

Panitia kurban juga diharuskan dalam kondisi sehat, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan memakai masker. Kemudian area pemotongan kurban secara rutin disemprot disinfektan sebelum dan sesudah pelaksanaan. Proses distribusi pun tidak dilakukan dengan berkerumun. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00