TNI Gugur di Kongo Dapat Kenaikan Pangkat Satu Tingkat

Danrem 031 Wira Bima Brigjen TNI M Syech Ismed

KBRN, Pekanbaru: Sersan Mayor (Serma) Rama Wahyudi, TNI yang gugur di Kongo, mendapat kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Pembantu Letnan Dua (Pelda). 

"Kenaikan pangkat sudah, sekarang menjadi Pelda Anumerta Rama Wahyudi," ungkap Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed, Rabu (1/7/2020). 

Jenazah prajurit yang bertugas di satuan Detasemen Peralatan 1/4 Pekanbaru Bukit Barisan ini dijadwalkan tiba di tanah air pada Jumat (3/7/2020) mendatang.

"Insya Allah jenazah sampai di Indonesia besok malam," ungkapnya. 

Selanjutnya jenazah akan diterbangkan ke Pekanbaru untuk dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma. 

"Jika tidak ada hambatan itu hari Jumat pagi sampai di Pekanbaru. Pemakaman Jumat pagi, kita terima di Bandara, bawa ke rumah duka dan kemudian di makamkan di TMP Pekanbaru," lanjutnya. 

Pelda Anumerta Rama Wahyudi gugur dalam misi perdamaian di Kongo. Serangan militer di Republik Demokratik Kongo membuat satu orang Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dilaporkan meninggal dunia.

Pejabat komunikasi pasukan penjaga perdamaian PBB, MONUSCO, Sy Koumbo melaporkan patroli pasukan itu diserang sekitar 20 km dari kota Beni di Provinsi Kivu Utara.

"Seorang personil Helm biru gugur dan lainnya terluka tapi tidak serius. Dia dalam kondisi stabil," papar Sy Koumbo pada AFP.

Dalam pernyataannya, Komandan MONUSCO Leila Zerrougui mengecam serangan itu. Menurutnya, serangan dilancarkan oleh anggota Pasukan Aliansi Demokratis (ADF), kelompok bersenjata yang kerap melakukan kekerasan di wilayah timur Kongo.

Sebagian besar anggota ADF merupakan Muslim asal Uganda yang menentang pemerintahan Presiden Uganda Yoweri Museveni. Pada tahun 1995 ADF pindah ke Kongo, dan menjadikannya markas operasi.

Menurut data PBB, ADF sudah membunuh lebih dari 500 orang sejak akhir Oktober ketika tentara Kongo bersikap tegas kepadanya. Pada 2017 ADF telah membunuh 15 tentara PBB di dekat perbatasan Uganda dan pada 2018 membunuh tujuh orang lainnya dalam serangan mendadak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00