4 Guru Bahasa Arab Madrasah Kembali ke Mesir

KBRN, Pekanbaru : Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr H Mahyudin MA didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Drs H Asmuni MA melepas kepulangan 4 guru mab’us atau guru bahasa arab dari Mesir, pada hari Senin tanggal 29 Juni 2020 di Aula Kakanwil Kemenag Riau.

Hadir dalam pelepasan guru Mab’us tersebut Kepala MAN 1 Pekanbaru, Kepala MAN 2 Pekanbaru, Kepala MAN 1 Kuansing, MA Darussalam Kabun Rokan Hulu, guru pendamping dan 4 guru Mab’us dari Mesir yang telah mengabdikan dirinya selama 3 tahun di 4 madrasah di Riau, Atef Abdel Motlab Abdelrahim Abouzeid (MAN 1 Pekanbaru), Ahmed Ahmed Sadek Youssef (MAN 2 Pekanbaru), Nageh Fathy Kout Kassem (MAN 1 Kuansing) dan Alsayed Ibrahim Ali Hatimi (MA Darussalam Kabun Rokan Hulu).

“Terimakasih kepada syekh- syekh kita selama 3 tahun sudah memberikan pembekalan kepada siswa siswi kita sehingga tumbuh sikap positif terhadap Bahasa Arab baik secara lisan maupun tulisan. Karena bagaimanapun Bahasa Arab sangat penting agar kelak anak- anak kita bisa memahami sumber ajaran Islam yaitu Alqur’an dan Hadist, serta kitab- kitab lainnya,” ungkap Mahyudin, Selasa (30/6/2020). 

“Kita berharap Kemenag RI dapat melanjutkan program kerjasama ini dengan mendatangkan guru- guru bahasa Arab dari Mesir, karena program tersebut memberikan dampat yang sangat baik bagi madrasah, khususnya di Riau,” tambahnya.

Sementara itu Asmuni menambahkan, Mab’us merupakan program nasional yang dilaksanakan oleh Kemenag RI yang ditempatkan dibeberapa daerah di Indonesia, termasuk 4 orang di Provinsi Riau. 

“Guru Bahasa Arab dari Mesir telah mengabdi selama tiga tahun di Riau dalam mengembangkan pendidikan agama dan melakukan pendekatan syariat Islam dengan melibatkan seluruh unsur dan komponen untuk berbagi ilmu, dan kita berharap Kemenag RI dapat memperpanjang program ini untuk tahun-tahun mendatang,”  harap Asmuni.

Ungkapan terimakasih juga disampaikan oleh guru Mab’us karena selama di Riau telah mendapat pendampingan dengan baik, untuk itu ia berharap pelepasan yang dilakukan di Kanwil Kemenag Riau bukanlah pertemuan terakhir, tetapi menjadi awal terjalinnya ukhuwah islamiyah hingga ke surga. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00