Diduga Investasi Sapi Bodong, Warga Laporkan Perusahaan ke Polda Riau

KBRN, Pekanbaru: Sejumlah masyarakat Desa Sumber Makmur Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar mendatangi Kantor Ditreskrimsus Polda Riau, Sabtu (22/2/2020) siang. Mereka melaporkan dugaan penipuan investasi sapi bodong CV Jaya Manunggal Mandiri. 

Kedatangan mereka didampingi tim kuasa hukum, Polman Sinaga dan Sahat Maruli Siregar membawa sejumlah bukti-bukti adanya dugaan penipuan. 

"Kami datang ke Polda Riau untuk membuat laporan untuk klien kami yang ditipu investasi bodong dengan dugaan nama sapi perah. Ini adalah temuan cukup lama akan tetapi baru beberapa korban mau melaporkan persoalan kepada kami," ujar Polman.

Adapun modus operandi penipuan tersebut, kata Polman, nasabah diminta investasi sejumlah uang atas sapi perah. Keuntungannya jika investasi sebesar Rp17 juta maka akan mendapatkan satu ekor sapi. Namun seiring perjalanannya, sapi yang diharapkan warga tak kunjung terealisasi. 

"Untuk satu paket korban investasikan Rp17 juta. Jadi ada banyak masyarakat menginvestasikan, ada yang menginvestasikan 150 paket sampai ratusan juta. Korbannya kurang lebih 1620 orang," jelasnya. 

Salah seorang warga, Desi menuturkan telah menggelontorkan uang setengah miliar rupiah ke rekening Direktur perusahaan berinisial R.

"Saya Rp519 juta, ikut bergabung 6 paket sudah berjalan 1 tahun lebih. Bergabung yang 21 paket baru, belum ada dapat profit, baru bulan 12 kemaren. Ternyata sudah tutup (perusahaannya)," kata Desi. 

Selain itu kata Desi, dirinya juga dijanjikan keuntungan setiap mitra yang menginvestasikan Rp17 juta dapat keuntungan Rp2 juta setiap bulannya. 

"Kontrak 3 tahun, nanti gaji itu selama 6 bulan kita terima. Per bulan Rp2,2 juta ditambah anak sapi. Tapi ternyata sampai saat ini tidak ada," ujarnya. 

Hal senada juga dirasakan Joko. Awalnya orang-orang dari salah satu perusahaan itu, datang ke rumah-rumah warga. Mereka pun membujuk warga agar mau berinvestasi ke perusahaan mereka.

"Awal-awal memang ada profitnya, sampai banyak yang tergiur dan ikut. Sampai Februari ini, sudah tidak ada (profit) lagi, sudah tidak ada kepastian lagi," akunya.

Korban dugaan investasi sapi bodong ini berharap Polda Riau dapat mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku. Selain itu juga perusahaan mengembalikan uang mereka yang telah diinvestasi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00