Tepat Setahun PHR Kelola Blok Rokan, Gubri Minta PHR Percepat Proses Pemberian PI 10 Persen Untuk Riau

Gubri Syamsuar saat acara PHR

KBRN, Pekanbaru - Setahun sudah proses alih kelola Blok Rokan dari Chevron Pacific Indonesia (CPI) kepada Pertamina Hulu Rokan (PHR), namun PI 10 persen tak kunjung didapatkan Provinsi Riau. 

Pada tanggal 9 Agustus 2021 lalu menjadi hari bersejarah bagi Pertamina. Sejak saat itu, Pertamina mengelola sepenuhnya atau 100 persen Blok Rokan yang merupakan kawasan penghasil minyak nomor dua terbesar di Indonesia. 

Akan tetapi, kejelasan mengenai PI 10 persen yang dijanjikan PT PHR kepada Pemerintah Provinsi Riau belum menemukan kepastian. 

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengaku sudah mendesak PT PHR agar bisa mempercepat proses pemberian PI 10 persen tersebut. 

"Sekarang kontribusinya belum ada, mau satu tahun, kita juga masih menunggu PI dari PT PHR, karena itu kami sudah mendesak Dirut PT PHR agar bisa memproses pemberian PI 10 Persen kepada Provinsi Riau," katanya, Selasa (09/08/2022). 

Padahal, Gubri mengaku telah mempersiapkan target pendapatan daerah dari hasil PI 10 persen yang didapatkan melalui Blok Rokan yang dikelola PT PHR. 

Diakuinya, untuk melancarkan proses tersebut, pihaknya telah memfasilitasi pertemuan antara skkmigas dengan PT PHR agar dibantu dalam proses percepatan pemberian PI 10 persen. 

"Tahun 2021 sudah lewat, harapan kami seharusnya PI itu sudah diterima sehingga kita tahu berapa progres dari produksi dan lifting yang telah diperoleh oleh PT  PHR setelah alih fungsi," ungkapnya.

Diharapkan, PT PHR agar bekerja keras terutama untuk menigkatkan produksi minyak. 

"Tapi saya rasa mereka terus bekerja agar nanti bisa maksimal sesuai apa yang ditargetkan pemerintah," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar