Karya di Balik Sel Hasilkan Batik Kuansing Nan Indah

Batik Kuansing karya napi Lapas Teluk Kuantan

KBRN, Pekanbaru: Narapidana di Lapas Kelas II B Teluk Kuantan rupanya memiliki kreatifitas. Seperti Dedek (30) narapidana ini tak pernah menyangka bahwa masuknya ke penjara justru ada hikmah dan berkah.

Dedek dan 19 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas IIB Teluk Kuantan lainnya terpilih dari 380 penghuni lapas yang mengikuti pelatihan membuat Batik Khas Kuantan Singingi (Kuansing). 

Pelatihan ini terselenggara dengan adanya perjanjian kerja sama (PKS) antara lapas dengan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Kuansing serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kuansing. Pelatihan membatik ini digelar mulai 28 Juni 2022 dan akan berlangsung selama tiga hari. 

Instrukturnya juga bukan main-main, didatangkan dari Asosiasi Batik Kuantan Singingi. 

Batik Kuansing saat ini sedang melejit namanya. Banyak pejabat Riau mulai dari gubernur dan wagub, bupati, beserta ibu-ibu pejabat yang memakainya. Apalagi semenjak adanya surat edaran Bupati Kuansing tentang pakaian dinas batik yang mengutamakan motif Batik Kuansing pada akhir tahun 2021 lalu, permintaan di pasar semakin membludak. 

Batik Kuansing pun semakin diminati semua kalangan baik kalangan muda, masyarakat, maupun eksekutif dan perkantoran. 

"Kami apresiasi setinggi-tingginya kegiatan membatik ini. Karena pada dasarnya sesuai dengan sistem pemasyarakatan bahwa setiap WBP berhak mendapatkan pembinaan baik berupa pembinaan mental kerohanian, skill dan keterampilan, olahraga, dan lainnya. Kami berharap keterampilan membatik ini bisa menjadi bekal mencari nafkah setelah selesai menjalani masa hukumannya,” kata Kalapas Teluk Kuantan, Bejo, (30/6/2022). 

Adanya kerja sama dengan Diskoperindag dan Dekranasda Kabupaten Kuansing, pihak lapas dan warga binaan tak perlu lagi pusing-pusing memikirkan modal dan pemasaraan. Semua akan dibantu mulai dari proses produksi sampai penjualan hasil karya kain batik tersebut. 

WBP diajarkan membuat beberapa motif seperti motif Jalur, motif Perahu Baganduang, motif Takuluak Barembai, motif Dayung, motif Randai, dan sebagainya. Masing-masing motif memiliki filosofi yang berbeda, nantinya WBP akan diajarkan motif lainnya. Ada 20  motif Batik Kuansing yang didaftarkan Ke Kemenkumham dan sudah mempunyai sertifikat Kekayaan Intelektual (KI).

Kegiatan yang berguna ini ternyata sampai ke telinga Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Mhd. Jahari Sitepu. Beliau berterima kasih kepada Pemkab Kuansing yang memberikan perhatian dan dukungan kepada WBP Lapas Teluk Kuantan yang sebahagian besar merupakan warga Kuansing juga. “Batik Kuansing ini sedang viral. Masyarakat sudah banyak yang memakainya, selain ke kantor juga ke tempat-tempat pesta. Jadi nilai ekonomisnya sangat tinggi. Saya harap WBP serius mengikuti pelatihan, nanti ilmunya bisa dipakai untuk berwirausaha dan mencari nafkah. Jangan lagi melakukan pekerjaan yang melanggar hukum,” ingat pria asal Sumatera Utara ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar