DJBC Riau Tahun 2021 Catatkan Penerimaan Rp. 12 Triliun

KBRN,Pekanbaru : Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai ( DJBC) Riau berhasil mencatat penerimaan Rp. 12,167 triliun atau 4124,62 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 294,987 milyar sepanjang taun 2021.

Kantor Wilayah DJBC Riau yang membawahi empat kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai di provinsi Riau yakni KPPBC TMP B Pekanbaru, KPPBC TMP B Dumai, KPPBC TMP C Tembilahan, serta KPPBC TMP C Bengkalis,pada tahun 2021 lalu berhasil mencatat penerimaan mencapai Rp. 12,167 triliun atau 4124,62% dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 294,987milyar. Jika dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya, maka realisasi di tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 237,8 persen.

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Riau Isja Bewirman Sabtu ( (15/01)mengatakan, lonjakan didorong dari sektor bea keluar dari komoditi cpo dan turunannya yang mengalami kenaikan harga patokan ekspor (hpe). Di samping itu, penerimaan bea masuk mengalami penurunan sebesar 19.59% yang dikarenakan semakin tingginya penggunaan tarif preferensi (ska), penurununan volume impor serta terdapat restitusi bea masuk pada KPPBC TMP B Dumai pada bulan agustus dan september.

“ Dari sisi pengawasan, Kanwil DJBC Riau berhasil melakukan 582 penindakan. dari sejumlah penindakan tersebut, kanwil DJBC Riau berhasil mengamankan barang senilai Rp 482,8 m dan total potensi kerugian negara sebesar Rp 253,7 m,” jelasnya.

Menurutnya,komoditi yang mendominasi penindakan ini ialah hasil tembakau ilegal dengan uraian barang berupa rokok sejumlah 23,85 juta batang dan hasil pengolahan tembakau lainnya sebanyak 987 liter dengan potensi kerugian negara sebesar Rp. 16,76 milyar. Selanjutnya disusul oleh komoditi narkotika, psikotropika, dan prekursor (npp) dengan jumlah perkiraan nilai barang Rp. 440,9 m yang setara dengan menyelamatkan 1,25 juta jiwa.

“ Bea cukai juga menjalankan fungsi community protection dari aktivitas illegal sepanjang tahun 2020 beberapa kegiatan pengawasan yang kontinyu dilakukan antara lain operasi gabungan dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, operasi dan sosialisasi gempur rokok ilegal di provinsi Riau, pengawasan terhadap komoditi sensitif seperti pangan dan tekstil, serta pemetaan titik rawan perbatasan dan melakukan pengawasan di sepanjang pantai timur provinsi Riau,” tutupnya. ( ts)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar