Pemerintah Anut Tiga Teori Melawan Korupsi

KBRN, Pekanbaru : Pemerintah tetap menganut tiga teori dasar dalam membangun perlawanan terhadap korupsi, pertama adalah pembangunan materi hukum, dibangun melalui undang-undang telah diterapkan sedemikian rupa, termasuk juga aturan yang memperberat ancaman hukum bagi pelaku korupsi.

Menko Polhukam RI, Mahfud MD dalam rangkaian kunjungan kerja di Pekanbaru terkait dengan peringatan hari anti korupsi sedunia yang akan diperingati 9 Desember mendatang mengatakan pemerintah sudah membuat perangkat sampai UU yang melarang dan mengancam berat pelaku korupsi.

"Kedua adalah pembangunan struktur hukum atau leader structur, dengan struktur yang ada saat ini, negara memperkuat setiap lembaga yang dibentuk sampai benar-benar tidak bisa diintervensi," urainya.

Sedangkan yang ketiga adalah selama ini yang paling minim perhatian yakni pembangunan budaya anti korupsi.

"Poin ketiga sekaligus menjadi tema peringatan hari anti korupsi se-dunia yang diperingati pada tahun ini selama ini belum banyak mendapat perhatian yaitu membangun budaya anti korupsi dan tidak membiarkan tumbuhnya budaya anti korupsi," ungkapnya.

Menko Polhukam RI, Mahfud MD saat menjadi keynote speaker juga memberikan kata kunci dalam membangun budaya anti korupsi, bukan hanya untuk orang takut kepada hukum, tetapi takut juga pada aturan di luar hukum, tepatnya, berpegang teguh pada ajaran agama masing-masing yang melarang orang korupsi dan mengancam orang korupsi, termasuk juga pada pesan moral yang bersumber dari kearifan lokal bangsa Indonesia. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar