Bahas Penataan Pasar Agus Salim, Komisi I Panggil Disperindag dan LPM

KBRN, Pekanbaru : Digadang-gadangkan bakal dijadikan sebagai kawasan Malioboro-nya Pekanbaru, Pemko Pekanbaru telah membersihkan kawasan Pasar Agus Salim dari pedagang kaki lima liar. Guna membahas lebih lanjut tentang konsep penataan Pasar Agus Salim ke depan, Komisi I DPRD Pekanbaru menggelar hearing bersama Disperindag dan LPM Pekanbaru.

Guna membahas penataan Pasar Agus Salim agar tidak saling tumpang tindih, Komisi I DPRD Pekanbaru menggelar rapat dengar pendapat atau hearing bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Pekanbaru. Pasalnya, Disperindag Pekanbaru melibatkan LPM Pekanbaru dalam hal penataan dan pengelolaan pedagang Pasar Agus Salim.

Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru yang juga merupakan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Riau, Ida Yulita Susanti menyebutkan, tugas dan kewenangan LPM Pekanbaru terhadap pedagang kaki lima di Pasar Agus Salim dinilai tidak tepat. menurutnya, pemungut pajak dan retribusi daerah telah diatur Undang-undang dan tidak bisa ditunjuk sembarangan.

"Tugas dan fungsi LPM itu kan bukan untuk menata pasar, tapi kalau Pemko mau melakukan inovasi ya silahkan asalkan jangan melanggar regulasi yang ada. Jadi terkait pungutan pajak dan retribusi pasar harus jelas, jangan sampai tumpang tindih antara Disperindag dan LPM," sebut Ida kepada RRI Prkanbaru, Senin (06/12/21).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut menjelaskan, Pemko Pekanbaru telah membentuk tim penataan dan pengendalian PKL di kawasan Pasar Agus Salim Pekanbaru dengan melibatkan Disperindag dan LPM Pekanbaru. Rencananya, penataan Pasar Agus Salim akan mengusung konsep 3 in 1 yakni perdagangan, transportasi dan sektor pariwisata.

Sebagai mitra kerja, Komisi I DPRD Pekanbaru menegaskan bahwa penataan kawasan Pasar Agus Salim jangan sampai melanggar regulasi ataupun aturan yang berlaku sehingga menimbulkan masalah dikemudian hari. Ratih

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar