Lapas Teluk Kuantan Terima Penghargaan WBK

KBRN, Pekanbaru : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Teluk Kuantan menerima penghargaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI atas prestasinya, yang telah lulus penilaian dari Tim Penilaian Internal (TPI) menuju Tim Penilaian Nasional (TPN) sebagai unit kerja pelayanan berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Kepala Lapas Teluk Kuantan, Yordanis melalui Kepala KPLP Aldino Octalaperta menyampaikan, hal yang dinilai, diantaranya , saat ini Lapas Teluk Kuantan lebih memberikan pelayanan kemudahan kepada masyarakat ataupun publik, karena lapas teluk kuantan mempunyai beberapa inovasi yang dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat ataupun publik.

"Diantaranya, aplikasi si lion atau aplikasi layanan intregrasi online dan si pepen kuno atau aplikasi pendaftaran pengunjung online, namun khusus untuk si pepen kuno saat ini belum bisa digunakan, karena kunjungan tidak berlangsung," ungkapnya, Senin (6/12/2021).

Dijelaskan Aldino, apliakasi lion ini memudahkan keluarga keluargawarga binaan dalam memberikan ataupun khusus memberikan jaminan kepada warga binaan yang akan mendapatkan hak integrasinya seperti bebas bersyarat, cuti bersyarat dan juga asimilasi, aplikasi si lion ini bisa diakses secara online, masyarakat atau keluarga warga binaan tidak perlu lagi jauh-jauh datang ke lapas, cukup dengan menggunakan aplikasi ini secara online keluarga warga binaan bisa membuat ataupun mengisi surat jaminannya, serta syarat-syarat administrasi secara online.

sementara itu, kata Aldino, untuk persiapan menuju tpn ini pihaknya sudah membentuk tim zona integritas yang sudah dibentuk sejak awal tahun 2021 lalu, termasuk sudah memiliki Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) selama tahun 2021 ini.

Sedangkan untuk bangunan fisik, saat ini Lapas Teluk Kuantan sudah memiliki PTSP yang baru saja dibuat dalam tahun ini, dan sudah mulai bisa dilakukan.

semua bentuk pelayanan ada dalam satu tempat, tidak perlu lagi masyarakat ataupun keluarga warga binaan masuk ke dalam lapas ataupun juga berpindah pindah tempat, disitu semua ada layanan pengaduan, pendaftaran untuk kunjungan, ada juga layanan layanan komunikasi dengan masyarakat atau Yakomas. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar