Saat Rakor APH KPK, Mahfud MD Serukan Bangun Budaya Anti Korupsi

KBRN, Pekanbaru : Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengajak seluruh aparat penegak hukum (APH) untuk serius melakukan langkah-langkah pencegahan dan penegakan hukum terhadap perilaku korupsi. Hal itu guna mendukung penguatan budaya anti korupsi.

Ajakan itu disampaikan saat konfrensi pers, usai menjadi keynote speaker dalam Rapat Kordinasi dengan tema "Mewujudkan Sinergi Antar-Aparat Penegak Hukum dan Instansi Terkait" di Markas Polda Riau, Pekanbaru, Senin (6/12/2021). Mahfud didampingi Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setia Imam Efendi dan Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron.

"Padahal korupsi itu adalah kejahatan, bukan budaya. Budaya kita adalah budaya adiluhung yang sangat anti korupsi. Oleh sebab itu mari kita bangun budaya anti korupsi, jangan permisif terhadap segala bentuk korupsi atas nama budaya," katanya.

Dia menjelaskan, saat ini seluruh pihak tidak boleh membiarkan berkembangnya pendapat bahwa korupsi adalah bagian dari budaya. Pendapat tersebut tidak bisa diterima.

"Agak berbahaya. Mengapa? Karena kalau kita percaya pada pendapat itu, berarti kita adalah bangsa yang fatalis dan menyerah dengan alasan bahwa budaya itu adalah nilai-nilai yang dianut oleh bangsa kita sejak lama, secara turun temurun dan tak mudah dihilangkan," bebernya.

Mahfud mengungkapkan, reformasi sejatinya adalah era anti korupsi. Oleh sebab itu mengacu pada teori sistem pembangunan hukum dari Friedman sejak awal reformasi Indonesia telah berusaha kuat membangun tiga subsistem untuk pembangunan hukum guna memerangi korupsi. Pertama yaitu membangun isi aturan hukum (legal substance), kedua membangun struktur lembaga-lembaga hukum (legal structure), dan ketiga membangun budaya hukum (legal culture).

Dia menerangkan, untuk pembangunan isi aturan hukum Indonesia sudah membuat banyak Undang-undang. Kemudian untuk pembangunan struktur hukum sudah banyak membuat lembaga, seperti KPK, KY, MK, PPATK, dan lain-lain. Namun dalam hal pembangunan budaya hukum terutama budaya anti korupsi kita masih agak kedodoran.

"Kita tidak boleh percaya dan membiarkan budaya korupsi tumbuh karena korupsi itu bukan budaya melainkan kejahatan. Yang harus kita bangun adalah budaya anti korupsi," tegasnya.

Mahfud mengutarakan budaya anti korupsi harus dibangun, bukan hanya patuh kepada hukum. Tetapi pada aturan diluar hukum. Tepatnya berpegang teguh pada ajaran agama masing-masing yang melarang dan mengancam orang korupsi.

"Kalau melanggar hukum dipenjara, makan dari budaya ini kalau korupsi itu dosa, atau mendapat karma, balasan di dunia. Berbuat jahat pasti akan mendapat balasannya dari Tuhan Yang Maha Kuasa, entah dengan cara apa," urainya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar