Ini Dia Kesamaan Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi dari Dulu hingga Kini

KBRN,Pekanbaru : Ketua Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (DPH LAMR) Kabupaten Indragiri Hulu Dt Seri Marwan beserta rombongan bersilaturrahmi dengan pengurus LAMR Kuantan Singingi (Kuansing), di Sekretariat LAMR Kuansing di Kelurahan Sungaijering, Kecamatan Kuantan Tengah, Jumat  (03/12).

Dalam pertemuan itu, kedua pihak berbincang-bincang soal adat mulai dari zaman penjajahan Belanda sampai saat ini.

”Begitu banyaknya kesamaan kita sejak dahulu. Dulu kita bersatu dalam Indragiri dan kemudian bersatu dalam administrasi saat masih dalam wilayah Indragiri Hulu. Namun kesamaan yang belum berubah adalah kesamaan sama-sama menikmati air Sungai Batang Kuantan,” kata Marwan.

Dia menyebut, kini dalam setiap kegiatan di Indragiri Hulu, acara pembukaan diawali dengan atraksi pencak silat. ”Itu salah satu upaya kita melestarian silat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua MKA LAMR Kuansing Dt Pebri Mahmud mengatakan, dari dulunya Kuantan adalah tempat bersatunya para nenek moyang mereka.

Pebri bercerita, LAMR Kuansing berdiri tahun 2002 dua tahun setelah Kuansing berdiri tahun 1999. Pada tahun 2002 terbitlah Perda No 10 tahun 2002, dan di bulan Desember dibentuklah Lembaga Adat Melayu Riau. Namun, walau telah terbentuk lembaga ini sempat ”vakum”. Baru pada Oktober 2019 kepengurusan baru LAMR Kuansing dilantik oleh DPP LAM Riau.

“ Saat ini LAMR Kuansing tidak lagi difasilitasi oleh pemerintah daerah. Meski begitu, dia bersama bersama pengurus lainnya tetap menjalankan tugas dan fungsi lembaga adat tersebut dengan baik demi anak, cucu kemanakan,” jelasnya.

Pada tahun 2019 dan 2020 LAMR Kuansing difasilitasi oleh pemerintah daerah. Namun untuk tahun 2021 pemda tidak lagi menganggarkan dana untuk LAMR Kuansing,” kata Pebri, sembari berharap agar silaturahmi antarpengurus LAMR selalu terjaga dan berkelanjutan.

Turut hadir mendampingi Pebri Mahmud dalam pertemuan tersebut antara lain; Datuk Tonga, Datuk Menti Sakato Agus, Dt Penghulu Mudo Sayful, Dt Simarajo Penghulu Pucuk Yusuf, Dt Penghulu Sutan, Dubalang Deni, Dubalang Jhon, dan Datin Neneng. (dw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar