Situasi Perdangan Dunia Carut Marut

KBRN,Pekanbaru : Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau mengungkapkan situasi perdagangan dunia sedang carut-marut dan kehilangan kepercayaan satu sama lain antar negara, setelah sejumlah negara eropa mengeluarkan undang-undang bagi negara yang diperbolehkan mengekspor produk ke negara mereka harus mendapatkan uji tuntas bahwa produk tersebut berasal dari hutan yang berkelanjutan.

Dalam rangka memastikan komoditi ekspor Indonesia laku di pasaran eropa, dirinya datang ke Asia Pasipic Rayon (APR), karena yakin Indonesia bisa dan bertanggung jawab, bukan hanya kepada barang Indonesia akan tetapi juga kepada hutan yang menjadi pijakan hidup bangsa Indonesia di masa sekarang dan akan datang.

“ Uni Eropa atau European Union (EU) mengumumkan sejumlah peraturan baru bagi perusahaan yang menjual enam komoditas utama dalam upaya untuk mengurangi deforestasi global,” jelas Menteri Pedagangan. Rabu (01/12).

Menurutnya, The European Commission ,Badan eksekutif blok yang terdiri dari 27 negara, menetapkan peraturan dengan melarang penempatan komoditas dan produk yang dihasilkan di lahan yang mengalami deforestasi atau degradasi setelah 31 desember 2020 atau yang melanggar undang-undang produksi negara tersebut.

“Pemerintah   akan   terus   menjaga   perdagangan   yang   baik   untuk meningkatkan ekspor sekaligus memulihkan ekonomi nasional secara berkesinambungan,” ungkapnya.

Di samping itu, Kementerian Perdagangan  akan  terus  menjaga  situasi  perdagangan  yang  baik untuk bisa menjadi penetrasi ke pasar dunia dan bersama-sama menjaga kesinambungan produk Indonesia di dalam negeri. ( ts)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar