Korban Pelecehan di Kampus Kirim Surat Terbuka untuk Nadiem

Korban pelecehan seksual di kampus

KBRN, Pekanbaru: Mahasiswi berinisial L, korban dugaan pencabulan Dekan FISIP Universitas Riau bernama Syafri Harto mengirim surat terbuka kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim.

"Untuk Pak Nadiem saya punya permintaan tolong kawal kasus ini sampai tuntas berikan sanksi yang keras untuk pelaku jangan biarkan dia tetap ada di Universitas Riau bapak harus kesini bapak harus turun tangan," kata korban dalam suratnya. 

Lebih lanjut ditulis korban meminta agar kejadian ini tidak kembali terulang. 

"Tolong pak saya tidak ingin adik adik atau teman saya yang lain juga merasakan hal yang sangat mengerikan ini pak tolong pak usut tuntas semua dosen-dosen yang juga melakukan hal yang sama dan mencoba melindungi pelaku. Di FISIP banyak predator pak tolong buat dunia pendidikan lebih aman bagi kami putri-putri bangsa yang ingin mencapai mimpinya bantu saya pak keadilan harus ditegakan," lanjutnya. 

Korban juga meminta agar pelaku diproses hukum yang setimpal. 

"Jangan biarkan dia lolos pak disini saya akan terus berjuang untuk semua perempuan yang ada. Terimakasih pak nadiem," jelasnya. 

Sementara itu, Ketua Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (Kohami) FISIP Universitas Riau, Kelvin Hardiansyah mengatakan surat terbuka sudah dikirim pada Rabu, (1/12/2021) kemarin. 

"Telah mengirimkan surat yang kemarin di sayembarakan untuk membuat surat yang dikirim ke Pak Nadiem, sekaligus surat resmi dari Komahi untuk meminta bantuan dan perlindungan atas korban dan Komahi," ujarnya ketika dikonfirmasi, Kamis (2/12/2021). 

Mahasiswa berharap surat ini bisa sampai ke tangan Nadiem dan kasus dugaan pelecehan seksual segera tuntas. 

"Harapannya surat ini segera sampai dan di baca oleh pak menteri nantinya dan segera cepat di tuntaskan kasus pelecehan seksual di Unri," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar