KUR Pacu Peningkatan Dan Kapabilitas UMKM di Masa Pandemi

KBRN,Pekanbaru : Program pemerintah, Kredit Usaha Rakyat (KUR) mampu memacu pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kapabilitas pengusaha, khususnya pada masa pandemi.

Di tengah situasi pendemi covid-19, makin banyak pelaku usaha khususnya segmen UMKM yang membutuhkan pinjaman lunak untuk menyelamatkan serta mengembangkan usahanya, sehingga pemerintah meluncurkan program KUR dengan bunga cenderung lebih lunak dibandingkan dengan fasilitas pembiayaan pada umumnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Riau, Ismed Saputra mengatakan, pemerintah meningkatkan target penyaluran KUR tahun ini dari Rp253 triliun menjadi Rp 285 triliun, pemerintah pun menetapkan perpanjangan subsidi bunga KUR sebesar 3% dari januari sampai desember 2021 yang awalnya 6%.

“Sehingga, suku bunga KUR tahun ini menjadi 3% / selain itu, semua sektor ekonomi umkm dapat diberikan KUR dan plafon tanpa jaminan hingga nilainya sebesar Rp100 juta, tujuannya agar  pelaku usaha yang menjadi target sasaran KUR tetap dapat menjalankan usaha di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi akibat pandemi,” jelasnya. Selasa ( 30/11).

Menurutnya,langkah pemerintah tersebut secara lansung berdampak positif pada percepatan pemulihan ekonomi di tataran bawah, meningkatkan laju lapangan kerja dan juga bisa mempercepat umkm yang ingin memanfaatkan momentum digitalisasi selama pandemi.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Riau, Ismed Saputra,mengatakan, penyaluran kur melalui bank-bank milik negara yang cukup efektif khususnya BRI yang memiliki jaringan terbesar dan tersebar di tanah air //

“Penyaluran KUR terus didorong disalurkan ke sektor produksi, seperti pertanian, perburuan dan kehutanan, kelautan dan perikanan serta industri pengolahan,” tuturnya. ( ts).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar