Kemenag Terbitkan Panduan Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1442 H

KBRN, Pekanbaru : Untuk memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam penyelenggaraan Shalat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan ibadah qurban 1442 H/2021 M di tengah pandemic Covid – 19 yang belum terkendali dan munculnya varian baru, Kementerian Agama RI menerbitkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2021 tentang Penerapan Prorokol Kesehatan dalam penyelenggaraan Shalat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M.

"Panduan tersebut bertujuan untuk pencegahan, pengendalian dan memutus mata rantai penyebaran Covid – 19 pada semua zona risiko penyebaran Covid – 19 dalam rangka melindungi masyarakat," kata Kepala kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA, Kamis (24/6/2021).

Dia menyampaikan kepada masyarakat umat Islam dalam pelaksanaan Hari Raya Idul Adha dan pelaksanaan Ibadah Qurban 1442 H pada masa pandemi Covid – 19 yang belum berakhir diharuskan mengacu pada SE Menteri Agama dan tetap menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat dalam penyelenggaraannya. Hal ini berkaitan dengan masih tingginya kasus penyebaran corona (Covid-19) di Provinsi Riau

“Kita sudah terima SE Menteri Agama No. 15 Tahun 2021 tentang Penerapan Prorokol Kesehatan dalam penyelenggaraan Shalat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M, oleh karena itu saya meminta kepada Umat Islam di Provinsi Riau untuk dapat menerapkannya dalam pelaksanaan sholat Idul Adha maupun sewaktu pemotongan dan pembagian daging qurban,” ungkapnya.

Lebih lanjut Mahyudin menyampaikan didalam SE tersebut dijelaskan malam takbiran hari raya Idul Adha dapat dilaksanakan di Mesjid/Mushala secara terbatas paling banyak 10?ngan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan, sedangkan untuk kegiatan takbir keliling dilarang dan dapat dilakukan secara virtual dari masjid/mushalla sesuai dengan ketersediaan pereangkat telekomunikasi untuk mengantisipasi kerumunan.

“Pelaksanaan shalat Id bagi yang berada pada zona merah dan orange ditiadakan, sedangkan di luar zona merah dan orange untuk pelaksanaan di lapangan/masjid dapat dilaksanakan berdasarkan penetapan pemerintah dan satgas Covid setempat dengan wajib menerapkan standard protokol kesehatan Covid – 19 secara ketat,” tambahnya.

Dalam hal pelaksanaan qurban, pihaknya berharap masyarakat dan panitia wajib tetap mentaati protokol kesehatan covid. Penyembelihan hewan qurban dapat juga berlangsung dalam 10 Dzulhijjah dan tiga hari tasyrik untuk menghindari kerumunan dilokasi penyembelihan.

“Hewan qurban yang disembelih dapat dilaksanakan dari 10 sampai dengan 13 Dzulhijjah, diupayakan pelaksanaan penyembelihan dilakukan oleh panitia dan disaksikan oleh peserta qurban saja, hal ini dalam rangka menghindari kerumunan warga dilokasi pelaksanaan qurban. Dan untuk pendistribusian daging qurban dilakukan langsung oleh panitia kepada warga ditempat tinggal masing-masing dengan meminimalkan kontak fisik satu dengan yang lain,” ungkapnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00