Optimalisasi Layanan Informasi Ditengah Covid 19 Perlu Ditingkatkan

KBRN, Pekanbaru : Optimalisasi layanan informasi ditengah pandemi Covid 19 perlu ditingkatkan agar informasi yang diterima masyarakat benar-benar akurat.

Hal itu itu menjadi perbincangan menarik Komisioner Komisi Informasi RI,  Cecep Suryadi dan Kepala Ombusman Perwakilan Riau, Ahmad Fitri dalam Dialog Interaktif Lintas Pekanbaru Pagi di Pro 1 LPP RRI Pekanbaru, Selasa (11/5/2021).

Cecep Suryadi menguraikan berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada tahun 2020 lalu, dengan memonitor sebanyak 348 badan publik secara nasional, dengan berbagai indikator, 17 persen badan publik informatif, menuju informatif baru 10 persen, sedangkan badan publik yang cukup informatif 17 persen.

"Nah yang menjadi persoalan itu, adalah badan publik yang kurang informatif dan tidak informatif it jauh lebih besar atau banyak mencapai 40 persen, badan publik menjadi gagap dengan adanya Covid 19, bahkan menutup layanan informasi yang seharusnya diberikan," ungkapnya.

Dikatakan, layanan informasi tidak bisa ditutup, walaupun di masa pandemi, aktivitas banyak berkurang, dengan inovasi bahwa seharusnya badan publik proaktif melayani masyarakat melalui perangkat digital.

"Memang semua badan publik makin membenahi sistem yang dibenahi, tapi sejak covid, informasi yang didapatkan masyarakat beragam sekali. Data menunjukkan 1500 lebih data hoaks terkiat covid 19 selama Januari sampai April 2021. Begitu juga dengan informasi soal vaksin, banyak penerimaan orang yang salah sehingga tidak mau divaksin. Jadi tantangan sebenarnya adalah bagaimaan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat itu harus benar - benar akurat," urainya.

Sementara itu, Ahmad Fitri menjelaskan dari sisi pelayanan publik, informasi publik juga bagian dari pelayanan publik yang wajid disampaikan oleh badan publik.

"Saat ini sudah banyak kanal untuk menyampaikan informasi publik seperti website, setiap penyelenggara layanan publik sudah punya website dan media sosial untuk menyampaikan informasi publik," katanya.

Namun lanjutnya, terpenting dilakukan adalah optimalisasi dari media-media yang disediakan, karena selama ini kanal yang dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi tidak banyak dimanfaatkan masyarakat.

"Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara publik agar kanal yang disediakan itu betul-betul dimanfaatkan, apalagi informasi terkait dengan covid 19," pintanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00