Bertambah, 92 Sapi di Riau Sembuh dari PMK

KBRN, Pekanbaru : Petugas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau dan dari Dinas Peternakan Kabupaten / Kota terus memantau hewan ternak di Riau yang terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Sejauh ini beberapa daerah yang sebelumnya sempat ditemukan kasus PMK, sapinya sudah banyak yang sembuh.

"Hingga saat ini sda 92 ekor sapi yang sebelumnya terkena PMK yang sudah sembuh, jadi masih ada 190 ekor lagi yang belum sembuh," kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau, drh Faralinda Sari, Jumat (24/06/2022).

Hingga saat ini total kasus PMK di Riau sudah mencapai 284 kasus yang tersebar di enam kabupaten. Diantaranya di Kabupaten Bengkalis 100 ekor, Rokan Hulu 88 ekor, Siak 43 ekor, Indragiri Hilir 24 ekor, Kampar 16 ekor dan di Kabupaten Indragiri Hulu 13 ekor.

Saat ini kondisi sapi sapi yang dinyatakan sembuh tersebut kondisi kesehatan sudah membaik. Hasil pemeriksaan sampelnya pun sudah negatif. 

Namun sapi tersebut masih diisolasi karena meski sudah sembuh dan negatif, potensi penularanya masih bisa terjadi.

"Masih kita isolasi, belum bisa kita lepas liarkan sebelum kita berikan vaksin, karena meskipun sudah negatif, potensi penularanya masih ada, karena virusnya kan masih ada, tapi untuk kondisi kesehatannya sudah membaik," jelasnya.

Sementara untuk sapi yang mati akibat PMK di Riau bertambah satu kasus lagi. Sebelumnya hanya ada satu kasus sapi mati di Kampar akibat PMK. 

Data terbaru ada tambahan satu ekor sapi di Siak yang mati akibat PMK.

"Jadi totalnya sudah ada dua ekor sapi yang mati di Riau akibat PMK. Satu di Kampar satu lagi di Siak," ungkapnya.

Meski sudah ditemukan ada dua ekor sapi yang mati akibat PMK, namun menurut Fara, sapi yang terkena PMK di Riau gejalanya masih ringan sampai sedang. Belum ditemukan ada yang bergejala berat hingga kuku terlepas.

"Rata-rata gejalanya ringan sampai sedang," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar