FOKUS: #VAKSIN COVID

Ahli Epidemiologi Himbau Orang Tua Tidak Takut Vaksinasi Anak

vaksinasi anak (dok.RRI).jpeg

KBRN, Pekanbaru : Ahli Epidemiologi Riau dr Wildan Asfan Hasibuan mengimbau kepada para orang tua, agar tak perlu takut untuk vaksinasi anak-anaknya. Dia mengajak rasa khawatir itu harus dilawan untuk tujuan bersama, agar anak bisa mendapatkan kekebalan tubuh dari serangan Covid-19.

Pemberlakuan vaksinasi terhadap anak, merupakan angenda vaksinasi paling terakhir dilakukan. Setelah sebelumnya, vaksin utama diberikan kepada orang dewasa dan Lansia.  Hal ini menandakan bahwa keputusan WHO dan pemerintah terhadap penyuntikan vaksin Covid-19 terhadap anak telah melaui tahapn kajian panjang.

"Tidak mungkin direkomendasikan penyuntikan vaksin kepada anak kalau memang itu tidak aman," kata ahli epidemiologi dr Wildan Asfan Hasibuan, Rabu (26/01/22).

Dijelaskan, bahwa penyuntikan vaksinasi terhadap anak juga telah melewati tahapan penelitian dari para pakar kesehatan. Vaksin, setakat ini, kata dia, sangat diperlukan sebagai salah satu upaya untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Terkait jenis vaksin yang disuntikan kepada anak merupakan vaksin Sinovac merupakan jenis vaksin yang paling aman. Sebab kandungannya terdiri dari virus Covid-19 yang dimatikan. Dengan kata lain, sama seperti penyuntikan vaksin-vaksin yang diberikan di saat bayi.

"Vaksinasi bayi itu kan juga virus yang dimatikan. Termasuk polio. Kita sudah sukses dengan polio jadi kenapa orang tua harus takut untuk menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada anaknya, “ujarnya.

Disampaikannya, bahwa penyuntikan vaksin Covid-19 terhadap anak dipastikan aman. Terkait efek samping dari vaksin tersebut, itu hal wajar dan normal.

"Meriang-meriang dikit biasa lah itu. Kalau imunisasi bayi efek sampingnya demam kan," terangnya. "Orang tua juga sudah tahu, kalau mereka bawah anak ke Pos Yandu diberi obat penurun panas,"tambahnya.

"Sebenarnya, vaksinasi anak sekolah ini sama saja dengan vaksinasi di Pos Yandu. Jadi tak ada yang pelu dikhawatirkan lah, ya,"tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar