Tunggakan di BPJS Kesehatan Pekanbaru Capai Rp267,6 Miliar

KBRN,Pekanbaru : Tunggakan tersebut berasal dari dari kelas I / II dan III hingga 31 oktober 2021,muncul antara lain rendahnya tingkat kepatuhan peserta membayarkan premi PJS kesehatan tersebut setiap bulan, lupa namun banyaknya juga yang tidak sanggup membayar tunggakan karena usaha bangkrut akibat pandemi covid-19.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pekanbaru Nora D. Manurung  menjelaskan, tunggakan iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp267,589 miliar lebih berasal dari peserta mandiri pada kantor BPJS kesehatan cabang kota Pekanbaru meliputi wilayah kerja kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Rokan Hulu.

“Iuran peserta menjadi dana dalam layanan kesehatan yang diberikan BPJS,artinya  jika banyak peserta yang telat membayar iuran keanggotaannya, bisa menjadi kendala bagi BPJS dalam menjamin layanan kesehatan bagi peserta lainnya,” ujarnya, Selasa (30/11).

Menurutnya,konsekuensi yang ditanggung perserta dari telat membayar iuran bpjs kesehatan ,status peserta menjadi non-aktif sejak tanggal 1 bulan berikutnya dan penjaminan pelayanan kesehatan diberhentikan sementara.

“Kepesertaan BPJS kesehatan bisa aktif kembali bila peserta membayar iuran bulan tertunggak paling banyak 24 bulan serta membayar iuran bulan berjalan,” ucapnya.

Ditambahkan Nora D. Manurung, sebagai solusi untuk membantu keuangan peserta dalam melunasi tunggakan BPJS kesehatan,pihaknya bekerjasama dengan pegadaian.

Peserta bisa menggadaikan emas Rp2.500.000, maka dikenakan sewa modal sebesar Rp30.000/15 hari, atau Rp60 ribu/30 hari, dan Rp240.000/120 hari.

Saat pelunasan promo BPJS kesehatan x PT. Pegadaian, yakni pegadaian + sewa modal Rp2500.000 + 240.000 = Rp2.740.000. Namun ada diskon sewa modal maksimum (100.000) diberikan maka sewa modal menjadi Rp240.000 - Rp100.000 = Rp140.000. Maka total bayar menjadi Rp2.500.000 +Rp140.000 = Rp2.640.000.(ts)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar