Literasi Cegah Iklan Obat Tradisional Ditingkatkan

KBRN,Pekanbaru : Pandemi merubah pola konsumsi obat dan masyarakat bahwa terjadi peningkatan permintaan untuk konsumsi obat tradisional dan suplemen kesehatan untuk memelihara kesehatan tubuh. peningkatan tersebut merubah cara berpromosi dan cara menjual produk tersebut yang menjanjikan khasiat yang instan,  akhirnya masyarakat menjadi korban dari promosi tersebut dan dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI, Reri Indriani menyampaikan, untuk mencegah terjadinya hal tersebut, Badan POM menyelenggarakan forum komunikasi perkuatan pengawasan informasi obat tradisional dan suplemen kesehatan pada masa pandemi, acara yang diselenggarakan secara hybrid mengangkat tema “literasi masyarakat dan promosi obat tradisional dan suplemen kesehatan di masa pandemi”.

“ Hal ini untuk meningkatkan literasi masyarakat sebagai upaya perlindungan masyarakat dari informasi dan promosi obat tradisional dan suplemen kesehatan yang menyesatkan,” jelasnya. Kamis (14/10/21)

Lebih lanjut Reri Indirani menjelaskan, bahwa masyarakat yang terjebak dalam promosi obat tradisional merupakan cermin dari literasi masyarakat, literasi dipahami sebagai kemampuan untuk memahami, menyadari, mengolah dan menganalisis informasi dari bacaan, tontonan dan sumber informasi lainnya.

“ Pihak kami telah melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan literasi masyarakat, rendahnya literasi masyarakat menjadi pekerjaan rumah bersama dengan pelaku usaha, akademisi dan komunitas masyarakat,” ucap Reri Indirani.

Badan POM melakukan edukasi secara masif dalam berbagai kegiatan dan saluran komunikasi, baik secara offline, online maupun menggunakan media konvensional. (ts)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00