Petugas Harus Selalu Berkoordinasi dengan Jamaah

KBRN, Pekanbaru : Cuaca ekstrim dan memiliki penyakit bawaan membuat jamaah haji Prov. Riau ada yang di rujuk ke klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Seperti salah seorang jamaah haji pada Kloter 05 BTH atas nama Kasni Asal Kec. Tapung, setelah dirawat sejak 23 Juni 2022 akhirnya dirujuk ke RSAS An Nur, Siang 28 Juni 2022. Hal tersebut sebagaimana disampaikan ketua Kloter 5 BTH Syamsuati.

Menurut dr. Febrinawati dokter yang ada di Kloter 5 BTH, jamaah atas nama kasni dirujuk kerumah sakit karena masalah penyumbatan pembuluh darah disekitar lutut.

“Mari kita doakan bersama agar Pak Kasni dapat segera smebuh dan bergabung kembali bersama rombongannya untuk beribadah hingga puncak pelaksanaan ibadah haji nantinya di padang arafah,” tutur syamsuatir

Sementara itu aktifitas jamaah haji Riau yang tergabung kedalam kloter 6 BTH melaksanakan manasik haji. Kegiatan yang mengambil waktu selama 4 hari tersebut merupakan persiapan menghadapi puncak haji dan Armuzna. Demikian disampaikan Ketua Kloter 6 BTH Fahmi Wahyudi, 29 Juni 2022.

Manasik haji yang diikuti 3 Rombongan setiap harinya secara bergilir dipandu langsung oleh pembimbing Ibadah Dr. H. M Fakhri, MA, Ketua Kloter Fahmi Wahyudi, Dokter dan Paramedis serta PHD yang ada di Kloter 6 BTH.

“Manasik haji ini kita lakukan dalam rangka pemantapan persiapan pelaksanaan puncak Ibadah haji, dengan dilakukannya manasik ini jamaah bisa mandiri dalam melakasanakan ibadahnya. Walaupun mandiri jamaah tetap berada dalam pengawasn ketua Regu, ketua Rombongan dan Ketua Kloter,” urainya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau selaku Wakil Ketua I Pantia Penyelenggara Ibadah haji (PPIH) Embarkasi haji Antara Riau, memberikan apresiasinya kepada petugas yang peduli dengan jamaahnya. Baik jamaah yang bermasalah dengan kesehatan maupun memberikan pemahaman ulang terhadap ilmu manasik haji yang telah didapat jamaah selama di tanah air. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar