Selesaikan Umrah Wajib, Kloter 5 BTH Lakukan Pembayaran DAM

KBRN, Pekanbaru : Jemaah haji Indonesia sebagian besar berhaji dengan cara Tamattu’ yaitu berhaji dengan mendahulukan umrah kemudian baru mengerjakan haji. Haji ini mengharuskan jemaah membayar dam atau denda berupa menyembelih hewan.

Untuk kloter 05 BTH yang terdiri dari Jamaah haji asal Kabupaten Indragiri Hulu dan Kampar serta Pekanbaru, pada hari ke lima keberadaannya di kota Makkah telah selesai melaksanakan Ibadah umrah wajib sehingga jamaah perlu membayar dam karena ketentuan syariat menuntut seperti itu.

Ketua Kloter 5 BTH, Syamsuatir melaporkan bahwa jamaah Kloter 5 BTH melaksanakan pembayaran dam dampak dari pelaksanaan umrah wajib dalam bentuk penyembelihan hewan ternak.

“Hari Ke 5 Kloter 05 BTH berada di tempat penyembelihan hewan setelah sebelumnya melaksanakan umrah wajib, konsekuensi dari haji tamattu yang dilaksanakan oleh jamaah haji Indonesia, maka jamah haji mesti membayar dam dalam bentuk penyembelihan hewan ternak, maka hari ini sebahagian dari jamaah kita melaksanakan penyembelihan dam ditempat pasar hewan yang disaksikan langsung oleh jamaah haji kloter 5 BTH untuk disembelih”

Lebih lanjut Syamsuatir mengatakan jamaah haji telah melaksanakan ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat Islam terhadap penyelenggaraan Ibadah Haji Tamattu’.

“Mudah – mudahan ini berdasarkan keyakinan para jamaah bahwa haji yang mereka lakukan benar – benar sesuai dengan apa yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW, kita sama – sama berdoa mudah-mudahan haji Indonesia menjadi haji yang mabur, sehat dan barokah”.harapnya.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA menanggapi laporan Kloter 5 BTH mengatakan bahwa menurut ketentuan ibadah haji, Jamaah yang melaksanakan haji tamattu harus membayar dam ketika ingin melepas ihram. Haji Tamattu’, yaitu mendahulukan umrah ketimbang haji.

“Jamaah dari Indonesia sampai ke Saudi yang melakukan umroh dan menunggu Haji boleh melepaskan kain ihromnya tetapi harus membayar Dam, karena jamaah haji melaksanakan rangkaian ibadah haji tamattu’ pembayaran dam tersebut berupa minimal satu ekor kambing dan darahnya harus ditumpahkan di tanah suci, sementara dagingnya boleh didistribusikan kemana saja”. pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar